MULAWARMAN NEWS

Miris Anak Usia 9 Tahun Tidak Bersekolah

M-News.id – TANA PASER- Pendidikan di bangku Sekolah sudah selayaknya diterima oleh anak. Apalagi masih dalam usia belajar, Namun hal tersebut berbeda dengan yang dialami Muhammad Natsir (9) anak Yang tinggal di desa Sungai tuak.

Berdasarkan pengakuan Natsir orang tuanya berprofesi sebagai pedagang. Bapaknya sebagai pedagang buah, sedangkan sang Ibu sebagai pedagang es.

Natsir mengatakan Ia sangat ingin sekolah, Namun Ia tidak bisa.

” Saya mau sekolah sama teman-teman saya, tapi saya gak bisa.” Ujar Natsir.

Kejadian tersebut terkuak saat member Satria F Paser Club (SFPC) Menggelar Grand Opening Book di Taman Baca Mutiara Paser, Pada Minggu (18/3/2018) Sore.

Koordinator Lapangan Hirpan Turmudzi saat ditemui menyampaikan Kegiatan Akhir pekan tersebut dilaksanakan sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya membaca Buku dikalangan pemuda dan pemudi Paser yang dewasa ini sibuk dengan budaya membaca gadgets.

” Saat ini banyak orang lebih suka membaca gadgets dari pada Buku, padahal sudah sangat jelas bahwa informasi di dunia Maya itu bisa berubah setiap saat, sekarang informasinya A nanti Informasinya B.” Jelas Ipank (Sapaan Akrab Hirpan Turmudzi).

Selain itu ia mengatakan sangat kaget saat salah satu pengunjungnya ternyata tidak bersekolah, sedangkan usianya sudah mencapai 9 Tahun.

” Tidak menyangka aja dijaman modern seperti saat ini di tanah Grogot masih ada anak yang tidak sekolah padahal usianya sudah 9 tahun.” Ujarnya.

Karena merasa kasihan kepada anak tersebut, salah satu member SFPC secara spontan langsung memberikan pengajaran singkat terkait pengenalan huruf.

Ditempat terpisah Sekretaris Dinas pendidikan Kabupaten Paser Drs. Sisman, MM, Senin (19/3) mengatakan secara berjenjang dinas pendidikan sudah memfasilitasi pendidikan untuk anak.

” Jenjang pendidikan sudah kami fasilitasi mulai jenjang pendidikan PAUD yang didalamnya ada Kelompok Belajar sampai pada Taman kanak-kanak.” Ujar Sisman.

Terkait dengan adanya anak usia 9 tahun yang belum sekolah lanjut sisman pihaknya akan segera melakukan konfirmasi kepada pejabat setempat.

” Berdasarkan data yang ada kami akan melakukan pengecekan dan mencari faktor penyebab kenapa anak ini tidak bersekolah, sehingga Pemerintah Kabupaten Paser bisa segera mengambil tindakan.” Pungkas Sisman. (AIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *