MULAWARMAN NEWS

Polisi Bongkar Penipuan Berkedok Pengobatan Alternatif, Uang Rp 33 Juta Ditukar Kertas

Kapolres Paser AKBP Murwoto didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Ricardo Sibarani, dan Kapolsek Kuaro IPTU Suradi di Mapolres Paser, Kamis (27/2/2020).

MNEWSKALTIM.COM, Tana Paser – Kepolisian Resor Paser berhasil membongkar kasus penipuan berkedok pengobatan alternatif ruqyah serta modus penyucian harta atau uang di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.

Polisi berhasil mengamankan 1 orang pelaku AW (51) warga Salatiga Provinsi Jawa Tengah. Pelaku ditangkap dirumahnya Perum. Salatiga Permai Gg .III No 17 Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga.

Setelah sebelumnya unit reskrim Polsek Kuaro berkoordinasi dengan tim opsnal Polres Paser dan ditindak lanjuti dengan bekerjasama dengan anggota Resmob Polres Kota Salatiga.

Keberadaan pelaku yang sudah diketahui tempat tinggalnya tersebut, selanjutnya dilakukan penangkapan kemudian dibawa menuju Polres Salatiga Jawa Tengah untuk diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus pengobatan alternatif ruqyah serta pembersihan harta atau uang dengan do’a, dan mengamankan 1 orang pelaku,” kata Kapolres Paser AKBP Murwoto didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Ricardo Sibarani, dan Kapolsek Kuaro IPTU Suradi di Mapolres Paser, Kamis (27/2/2020).

Tindak Pidana penipuan yang dilakukan AW, lanjut Murwoto, diungkap berdasarkan adanya laporan dari masyarakat dengan nomor laporan LP/K-03/II/2020/Kaltim/Res Paser/Sek Kuaro tertanggal 19 Februari 2020.

“Korban S warga Desa keluang Paser Jaya pada tanggal 19 Februari 2020 melapor pelaku ke polisi, yang kemudian di respon cepat pihak Polsek Kuaro bersama jajaran Polres Paser,” ucapnya.

Dia menjabarkan, pelaku mendatangi korban pada hari senin tanggal 10 Februari 2020 dan mengatakan akan mendoakan uang atau harta pelapor supaya berkah.

“Korban pun menyetujui keinginan pelaku, dan pelaku kembali mendatangi pada hari selasa tanggal 11 Februari 2020 menanyakan berapa jumlah uang yang akan didoakan,” ucapnya.

Setelah korban memberitahu nominal uang yang akan didoakan, pelaku AW meminta untuk dibungkus dan menyampaikan akan kembali lagi keesokan harinya.

“Besoknya pada hari Selasa 12 Februari 2020 sekira jam 10.00 wita, pelaku datang dan meminta uang senilai Rp 33 juta yang telah dibungkus untuk didoakan di dalam kamar korban,” tuturnya.

Pelaku yang telah menyelesaikan ritualnya, lalu menyerahkan bungkusan kain warna hijau yang berisikan uang dan meminta korban membuka kain tersebut dua hari lagi.

“AW minta kainnya jangan dibuka sampai hari Jumat tanggal 14 Februari 2020, setelah dibuka korban melihat uang miliknya telah berubah menjadi potongan kertas,” imbuhnya.

Dari pelaku diamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah buku surat yasin dan tahlil, lembaran kain warna hijau bertuliskan arab, kertas HVS persegi panjang menyerupai ukuran uang 16 lembar, uang pecahan Rp 50 ribu 1 lembar ,uang pecahan Rp 20 ribu, 1 lembar uang pecahan Rp 10 ribu, 2 lembar kertas HVS warna putih, 1 buah kantong plastik warna hitam.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, AW akan dikenakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Paser AKBP Murwoto mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya, dan tidak sungkan untuk melapor ke kepolisian. (rhn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *