MULAWARMAN NEWS

RS Pratama Tipe D Belum Bisa Beroperasi

Bupati Paser Drs. Yusriansyah Syarkawi saat meninjau RS. Pratama Di Desa Kerang Kecamatan Batu Engau

Meskipun realisasi fisik, peralatan kesehatan (alkes) dan meubelair telah terpenuhi, Rumah Sakit (RS) Pratama Tipe D di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau belum beroperasi untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr I Dewa Made Sudarsana, pengoperasian RS bantuan Pemprov Kaltim, masih terkendala beberapa hal, seperti pengisian Sumber Daya Manusia (SDM), pasokan listrik dan air bersih.
“Untuk fisiknya sudah terealisasi, begitu pula untuk peralatan kesehatan (alkes) dan meubelairnya. Namun, kita masih terkendala dengan tenaga medis, listrik dan air yang masih kurang,” katanya kepada Koran Kaltim, Kamis (26/1).
Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengupayakan agar RS Pratama yang memiliki 50 tempat tidur itu dapat segera berfungsi.
“Untuk SDM, baik tenaga medis maupun tenaga non medis, kami akan merapatkan bersama pemerintah daerah dalam waktu dekat. Karena RS Pratama memerlukan sebanyak 125 tenaga,” ucapnya.
Menurutnya, sebenarnya listrik dan air sudah tersambung ke RS Pratama. Hanya saja, listrik di Kecamatan Batu Engau masih belum bisa dinikmati selama 24 jam penuh dalam sehari. Sehingga, pasokan listriknya menjadi kurang.
“Begitu pula untuk air, ketersediannya masih kecil. Namun, kami melihat pihak PLN dan PDAM sudah mulai membenahi hal ini, semoga saat kami peresmian RS Pratama, sudah bisa melayani warga dengan benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan bagi RS ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, RS Pratama Tipe D di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau itu dibangun sejak 2014 lalu dengan anggaran sebesar Rp35 miliar. Diharapkan, RS tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal terhadap warga sekitar. Sehingga, tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota.
“Rumah sakit ini merupakan komitmen pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Terlebih, RS Pratama bisa melayani warga di wilayah pedalaman dan perbatasan,” paparnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan, bahwa RS Pratama memiliki kapasitas tempat tidur untuk rawat inap sebanyak 50 unit serta sudah dilengkapi ruang rawat bayi, poliklinik, ruang bedah kecil dan fasilitas lainnya.
“Dalam rapat bersama pemda nanti, karena kita juga masih kekurangan tenaga, mungkin kami akan mengusulkan dua bidang dari empat layanan kesehatan yang ada. Dua bidang itu adalah yang memang membutuhkan layanan kesehatan dan marak terjadi di sana,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *