MNEWSKALTIM.COM, PASER – Riuh musik dari berbagai genre menggema di halaman STIE Widya Praja Tanah Grogot selama dua hari terakhir. Komunitas musik di Kabupaten Paser kembali menghadirkan ajang tahunan Wephouria Fest 2026 sebagai ruang ekspresi sekaligus panggung kolaborasi bagi musisi lokal di Bumi Daya Taka.
Mengusung tema “Waktunya Musik, Waktunya Euforia”, festival yang digagas komunitas Local Movement itu digelar pada 16–17 Mei 2026 dan melibatkan sekitar 27 band lokal dari berbagai kalangan.
Tidak hanya diikuti pelajar dan mahasiswa, festival musik tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Beragam genre mulai dari rock, pop, punk hingga alternative tampil silih berganti menghibur penonton.
Ketua panitia pelaksana, Darmawan Efendi, mengatakan Wephouria Fest menjadi agenda rutin yang terus diupayakan hadir setiap tahun sebagai wadah kreativitas anak muda Paser.
“Ini memang agenda tahunan yang terus kami jalankan bersama teman-teman komunitas musik,” kata Darmawan di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan festival tahun ini masih dilakukan secara mandiri melalui dukungan sponsor dan mitra lokal. Meski belum mendapat keterlibatan langsung dari pemerintah daerah, kegiatan tetap berjalan berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah ada support system dari proposal mandiri dan beberapa sponsor yang ikut membantu sehingga acara bisa terlaksana,” ujarnya.
Selain menjadi hiburan dan ruang unjuk bakat, Wephouria Fest 2026 juga membawa pesan sosial kepada generasi muda. Panitia berharap kegiatan positif seperti festival musik dapat menjadi wadah penyaluran kreativitas sekaligus menjauhkan anak muda dari pengaruh negatif.
Penyelenggara pun secara khusus mengajak seluruh peserta dan masyarakat, terutama kalangan muda di Kabupaten Paser, untuk menjauhi narkoba.
Gelaran Wephouria Fest sendiri mendapat antusias tinggi dari penonton yang memadati area acara hingga malam hari. Festival tersebut sekaligus menunjukkan geliat komunitas musik lokal Paser yang terus tumbuh dan konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi anak muda.
“Melalui kegiatan positif seperti nge-band ini, kita bisa berkumpul dan saling membawa dampak positif. Intinya mari bersama-sama jauhi narkoba,” ucap panitia.





