
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Maraknya kasus pelecehan seksual pada perempuan dan anak yang terjadi dI Kabupaten Paser belakangan ini membuat berbagai pihak prihatin, tak terkecuali dari kalangan legislatif di DPRD Paser Elly Ermayanti.
Bahkan ada kasus terakhir menimpa seorang anak perempuan berumur kurang lebih 12 tahun dengan pelaku merupakan oknum guru disalah satu sekolah yang ada di Tanah Grogot.
“Kita tentunya menyesalkan kejadian itu dan meminta pada penegak hukum dan dinas terkait agar mengusut tuntas kasus tersebut,”
Elly Ermayanti Rabu (9/11/2022)
Menurutnya, pelaku kasus pelecehan seksual yang dulu didominasi orang yang tidak berpendidikan, namun kini sebaliknya. Terlebih ada pelaku adalah guru yang seharusnya menjadi contoh teladan.
“Kami minta aparat hukum mengusut tuntas ini sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan di Negara kita ini,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Anggota Komisi II itupun juga meminta dinas terkait agar ikut berperan aktif mencarikan solusi bersama agar kejadian serupa tidak kerap kali berulang.
“Dinas bisa segera koordinasi dengan DPRD untuk membahas masalah ini dan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya-upaya pencegahan,” jelas Elly.
Untuk diketahui, hingga Oktober 2022 jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Paser mencapai 29 kasus dan sebanyak 21 kasus terjadi pada anak-anak. (adv)






