
MNEWSKALTIM.COM, PASER – MGMP PAI SMP Se Kabupaten Paser sebagai wadah dalam peningkatan kompetensi guru mengadakan pertemuan rutin bulanan pada, Selasa (14/8/2023).
Pertemuan yang juga digelar dalam rangka merawat ukhuwah sebulan sekali itu berlangsung di Warung makan 4 Saudara yang beralamat Desa Songka Kecamatan Batu Sopang.
Bertindak sebagai tuan rumah pertemuan MGMP PAI SMP Se Kabupaten Paser ini Sangku Ihsani, guru PAI SMPN 2 Batu Sopang yang dihadiri sebanyak 68 guru PAI yang tersebar dari berbagai daerah termasuk daerah terpencil.

Pertemuan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ustadz Dody Pradana selaku guru PAI SMPN 6 Kuaro. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan ditutup pembacaan doa oleh Ustadz Hamidan guru PAI SMPN 1 Tanah Grogot.
Ketua MGMP PAI SMP Paser yang diwakilkan oleh Sufiannor menyampaikan harapannya agar dalam pertemuan yang rutin ini ada nilai tambah yang bisa menjadi bekal untuk selalu belajar.
“InsyaAllah, program selanjutnya akan dipersiapkan lagi terobosan terobosan yang inovatif, dan tak lupa ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Songka yang sudah membantu memfasilitasi guru PAI SMP Se Kabupaten Paser untuk silaturahim, semoga menjadi amal ibadah,”
Sufiannor
Dalam setiap pertemuan MGMP PAI ini selalu diisi siraman rohani yang diisi oleh H. Jais, yang merupakan guru PAI SMPN 7 Long Ikis, dengan tema, “6 Hak Muslim kepada Muslim Lainnya”.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
Sedangkan dalam kegiatan inti, pemateri Nata Arisna selaku guru PAI SMPN 8 Tanah Grogot memberikan materi terkait kunci sukses dalam menunjang pembelajaran agama di sekolah.
Kunci sukses tersebut dengan memperluas jaringan dengan bertemu dan berkenalan dengan orang baru setiap harinya sehingga tentunya sangat bermanfaat terhadap pengembangan pribadi dan organisasi.
“Selain itu merawat ukhuwah yang terbangun dalam setiap pertemuan akan menambah bekal ilmu yang siap diimplementasikan dalam pengembangan materi-materi pembelajaran,” kata Nata Arisna. (dr)






