Beranda / MNews Paser / Paser Siapkan Gerakan “Mabar” untuk Bangkitkan Semangat Mengaji Pelajar SMP

Paser Siapkan Gerakan “Mabar” untuk Bangkitkan Semangat Mengaji Pelajar SMP

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Paser masih menjadi perhatian dunia pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar generasi muda, penguatan pendidikan agama dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan agar mudah diterima siswa.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Paser bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam SMP se-Paser mengambil langkah penguatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) melalui pelatihan khusus bagi guru PAI. Pelatihan itu digelar di Hotel Horison Balikpapan pada 12–14 Mei 2026 dengan menghadirkan metode Tilawati sebagai pendekatan pembelajaran utama.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Horison Balikpapan sejak 12 hingga 14 Mei 2026 itu menghadirkan narasumber dari Tilawati Cabang Balikpapan, Ustaz Saiful Bahri, serta pengembang metode Tilawati dari Surabaya, Ustaz Thoha Mahsun. Metode Tilawati dipilih karena dinilai mampu menghadirkan suasana belajar mengaji yang lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dalam waktu lebih cepat.

Kepala Seksi Pembelajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, Jauhari, mengatakan kondisi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di tingkat SMP menjadi kegelisahan bersama yang harus segera diatasi. Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi guru, tetapi juga bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat mengaji di kalangan pelajar.

“Jangan sampai anak-anak di jenjang SMP justru kehilangan semangat untuk mengaji. Karena itu pembelajaran harus dibuat lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” kata Jauhari, Selasa (13/05/2026)

Meski terdampak efisiensi anggaran, Dinas Pendidikan tetap melaksanakan pelatihan tersebut. Dari rencana awal sebanyak 70 peserta, akhirnya hanya 30 guru PAI yang dapat mengikuti kegiatan.Namun demikian, dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah disebut tetap menjadi prioritas.

Bahkan pada tahun ajaran baru mendatang, Dinas Pendidikan berencana meluncurkan program “Mabar” atau Mengaji Bareng di lingkungan SMP se-Kabupaten Paser. Program tersebut diharapkan mampu membangun budaya mengaji yang lebih kuat di sekolah sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelatihan. Salah satunya disampaikan guru PAI SMP Negeri 2 Pasir Belengkong, Restu Aulia, yang mengaku langsung merasakan perbedaan metode Tilawati dibanding pola pembelajaran biasa. Ia menilai metode tersebut melatih kepercayaan diri, fokus, serta memperbaiki makhraj dan nada bacaan Al-Qur’an dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Baru di awal pelatihan saja sudah terasa perubahan. Cara membaca jadi lebih percaya diri, makhraj lebih baik, dan nadanya juga lebih enak didengar. Metode ini sangat cocok untuk murid zaman sekarang,” katanya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *