
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Kepala Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin, A. Darmuji memuji pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 di Kabupaten Paser.
Menurut Darmuji, tim Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kabupaten Paser telah menjalankan seluruh prosedur pelaksanaan termasuk penerapan protokol kesehatan dengan baik.
Hal itu disampaikan Darmuji ketika meninjau langsung pelaksanaan tes SKD CPNS di gedung Awa Mangkuruku Tanah Grogot Kabupaten Paser, Selasa (05/09/2021) pagi yang didampingi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Paser, Suwito.
“Saya mengapresiasi Panselda untuk protokol kesehatan dari sisi sarana dan tata cara pengaturannya sudah optimal. Terbukti dari peserta sudah aman dari penyebaran Covid,”
Kakanreg BKN Banjarmasin, A Darmuji
Dari tinjauannya, Dia melihat panitia telah menyediakan sarana parkir, ruang tunggu, jaringan internet, dan perangkat komputer yang memadai. Lalu keterisian ruangan sebagai persyaratan prokes minimal 30 persen.
“Gedung ini bisa diisi 1.200 komputer. Saat ini terisi 270 komputer, artinya terisi 20 persen. Ini memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.
Darmuji menilai kesiapan dan kesigapan petugas yang terlibat dalam pelaksanaan tes SKD CPNS telah berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing bidang.
“Seluruh petugas kompak, tepat waktu dan saling memahami tugasnya masing-masing termasuk menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
Dia juga memastikan seluruh proses SKD CPNS ini dilaksanakan dengan sangat transparan sehingga terhindar dari segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan tes.
“Kami menerapkan face recognition jadi tidak ada joki atau oknum yang bisa membantu mengisi jawaban. Tes juga dilakukan langsung dan hasil skor bisa dipantau semua pihak secara melalui streaming,” kata Darmaji. (sas)






