
M-News.id – Jelang ujian nasional (UN) tingkat SD sederajat yang akan dilaksanakan dimulai tanggal 15 Mei 2017 mendatang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser menyiapkan langkah antisipasi banjir di daerah rawan banjir seperti di Desa bente Tualan, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Paser Edwar Effendi mengatakan cuaca yang tidak bisa diprediksi bisa saja mengakibatkan datangnya banjir secara tiba-tiba, salah satunya di Desa Bente Tualan, Kecamatan Long Kali.
“Beberapa hari yang lalu kami menerima laporan warga desa Bente Tualan yang terisolasi karena banjir, jam 6 pagi kami mendapatkan laporan, jam 8 tim kami sudah tiba disana membantu warga,” kata Edward.
Menyikapi UN yang akan dilaksanakan di Desa Bente Tualan, Edwar menjelaskan kondisi geografis desa yang memiliki dataran tinggi dan dataran rendah, membuat daerah dataran rendahnya rawan banjir, dan saat ini pihaknya melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah disana apakah masuk dalam daerah rawan banjir.
“Kondisi disana tergolong berbukit-bukit, sehingga daerah cekungan-cekungan bisa dipastikan terendam banjir bahkan tingginya mencapai 1,5 meter, hasil pemetaan kami ada sekitar 3 cekungan yang dikategorikan rawan banjir, apabila ada sekolah di wilayah tersebut, kita akan bantu akses transportasi para siswanya,” jelasnya.
BPBD Paser, tambah Edwar menyiagakan personilnya untuk patroli dan beberapa peralatan bantuan di titik rawan banjir.
“Sementara kami menyiagakan beberapa perahu karet dan anggota dilokasi, dibantu tagana serta masyarakat sekitar, sedangkan personil lainnya dalam posisi standby di kabupaten apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambahnya. (rih)






