Beranda / MNews Paser / Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini

Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Hitung mundur menuju Paser International Table Tennis Championship (ITTC) 2026 resmi dimulai.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kabupaten Paser akan menjadi tuan rumah turnamen tenis meja bertaraf internasional yang menghadirkan atlet-atlet dari berbagai negara.

Bukan sekadar pertandingan olahraga, ajang yang berlangsung pada 20–26 Juli 2026 itu dipersiapkan sebagai etalase wajah Kabupaten Paser di mata dunia.

Pemerintah daerah pun tak ingin menyisakan celah sedikit pun yang dapat mengurangi kenyamanan para tamu mancanegara.

Suasana itulah yang terasa dalam rapat koordinasi terakhir di Kantor Bupati Paser, Kamis (9/7/2026).

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), panitia, aparat keamanan hingga Kantor Imigrasi duduk bersama memastikan setiap detail penyelenggaraan benar-benar matang.

Kadis Kominfo Arief Rahman yang juga selaku Ketua Panitia ITTC 2026, mengungkapkan antusiasme peserta terus meningkat. Hingga saat ini tercatat 153 atlet telah mendaftarkan diri.

“Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sementara peserta internasional datang dari Malaysia, Filipina dan Kamboja,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Ia, pihak panitia juga masih menunggu kedatangan atlet dari Jepang dan Korea Selatan yang tengah menyelesaikan proses administrasi keimigrasian.

“Untuk tim dari Korea dan Jepang rencananya masih menyusul mendaftar karena persyaratan imigrasinya berbeda dengan negara-negara Asia Tenggara,” ujarnya.

Sebanyak sembilan nomor pertandingan akan diperebutkan dengan hadiah pembinaan mencapai puluhan juta rupiah di setiap kategori.

Menariknya, turnamen ini juga memberi ruang bagi atlet lokal untuk berhadapan langsung dengan pemain internasional. Bahkan, Bupati Paser Fahmi Fadli dijadwalkan ikut turun bertanding sebagai peserta.

Namun bagi Fahmi, keberhasilan turnamen bukan hanya diukur dari kualitas pertandingan.
Di hadapan seluruh peserta rapat, ia berkali-kali mengingatkan bahwa status internasional membawa tanggung jawab besar bagi Kabupaten Paser.

“Kalau nasional mungkin masih bisa dimaklumi kalau ada kekurangan. Tapi kalau internasional, dampaknya bisa besar kalau persiapan kita tidak matang,” tegasnya.

Fahmi ingin setiap atlet yang datang membawa pulang kesan baik tentang Paser.
Mulai dari penjemputan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, transportasi menuju Tanah Grogot, kenyamanan venue hingga pelayanan selama berada di Kabupaten Paser diminta dipastikan berjalan tanpa kendala.

Ia bahkan secara khusus meminta panitia menambah pendingin ruangan di arena pertandingan agar atlet tetap nyaman bertanding.

“Jangan sampai atlet internasional bingung ketika tiba di bandara. Petugas harus standby, mengenali nama dan wajah mereka sehingga semuanya terlayani dengan baik,” pesannya.

Perhatian juga diberikan terhadap persoalan keimigrasian. Fahmi berharap proses administrasi visa atlet asing dapat difasilitasi sebaik mungkin agar tidak menghambat keikutsertaan mereka.

“Kami khawatir mereka sudah jauh-jauh datang ke Indonesia, sampai ke Paser tetapi tidak bisa bermain karena kendala administrasi. Kami mohon dukungan penuh agar turnamen perdana ini sukses,” katanya.

Kekhawatiran itu langsung mendapat respons dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan yang memastikan siap mendukung kelancaran kedatangan para peserta internasional.

Selain pertandingan, Pemerintah Kabupaten Paser juga menyiapkan konsep sport tourism sebagai tujuan utama penyelenggaraan ITTC 2026.

Fahmi menilai olahraga mampu menjadi pintu masuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia meminta penataan area UMKM, parkir, lalu lintas hingga fasilitas penonton ditata serapi mungkin agar pengunjung merasa nyaman dan atlet tidak perlu keluar area pertandingan untuk memenuhi kebutuhan makan maupun minum.

“Turnamen ini bukan hanya pertandingan tenis meja. Kami ingin mengenalkan Kabupaten Paser kepada dunia, meningkatkan PAD, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan sport tourism mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data yang diterimanya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada triwulan pertama mencapai sekitar 3,6 persen dan diharapkan terus meningkat melalui penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Kideco Jaya Agung yang membantu penyediaan armada transportasi berupa bus dan speedboat untuk menunjang mobilitas atlet dan ofisial.

Bagi Pemerintah Kabupaten Paser, keberhasilan ITTC 2026 akan menjadi tolok ukur untuk menghadirkan lebih banyak event internasional di masa mendatang.

“Harapan kami sederhana. Mereka datang ke Paser dengan nyaman, bertanding dengan nyaman, lalu pulang membawa cerita baik sehingga ketika kami menggelar turnamen lagi, mereka ingin kembali ke Paser,” tutup Fahmi.(sad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *