MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Sebanyak 101 pekebun sawit swadaya asal Kabupaten Paser berkomitmen penuh menuju tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan.
Antusiasme ini terlihat jelas saat mereka mengikuti Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang digelar selama enam hari di Balikpapan.
Pelatihan intensif yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) RI, serta menggandeng LPP Agro Nusantara ini, resmi dibuka oleh Lugito, SP, pada Rabu (17/6/2026).
Pembukaan acara pun berlangsung semarak dengan suguhan Tari Lettu Burai Enggang dari UKM Tari Poltek Balikpapan.
“Kami pekebun sawit swadaya dari Kabupaten Paser rasanya bangga sekali. Rasanya kami pekebun rakyat benar-benar diperhatikan,” ujar Jaluli, salah satu peserta pelatihan yang terbagi dalam tiga kelas tersebut.
Selama ini, sertifikasi ISPO kerap terdengar asing dan rumit di telinga para petani lokal. Melalui program ini, para pekebun mendapatkan pembekalan komprehensif tanpa dipungut biaya, mulai dari:
Teknik pemupukan yang benar dan efektif. Sistem pengelolaan limbah kebun yang ramah lingkungan. Tertib administrasi dan tata kelola kelembagaan tani.
Langkah ini dinilai krusial agar perkebunan rakyat di Paser bisa lolos sertifikasi ISPO, yang nantinya diharapkan mampu mendongkrak posisi tawar dan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.
Langkah ini dinilai krusial agar perkebunan rakyat di Paser bisa lolos sertifikasi ISPO, yang nantinya diharapkan mampu mendongkrak posisi tawar dan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

Tak hanya sekadar teori di dalam kelas, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan (field trip) ke PT Alam Jaya Persada pada Sabtu (20/6/2026). Kunjungan ini menjadi momen yang paling dinantikan untuk melihat langsung implementasi nyata dari standar kebun yang telah tersertifikasi ISPO.
“Terima kasih BPDP, Ditjenbun, dan LPP Agro Nusantara. Enam hari ini kami serap semua ilmunya. Nanti kami ajarkan ke kawan-kawan kelompok tani di Paser biar sama-sama lolos ISPO,” ungkap peserta lainnya, Sindu Ariyani.
Rangkaian pelatihan ini resmi ditutup pada Senin (22/6/2026) oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono.






