MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah menuntaskan kajian terkait kelanjutan pembangunan bandara yang berada di wilayah paling selatan Kaltim tersebut.
Pembangunan bandara Paser akan kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat terhenti karena kasus dugaan korupsi yang merugikan uang negara sekitar Rp 39,9 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser Inayatullah mengatakan kampus yang berlokasi di Jawa Timur tersebut telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi pembenahan sarana bandara yang harus diperbaiki.
“Hasil kajiannya, harus dilakukan perbaikan sejumlah sarana pada bandara Paser seperti runway (landasan pacu), taxiway (landasan ancang), dan apron (pelataran pesawat),” kata Kadishub Paser Inayatullah di Tanah Grogot, Rabu (4/12/2019).
Menurutnya pembenahan sarana tersebut sebagai salah satu persyaratan kelanjutan pembangunan bandara pada tahun 2020.
“Hasil kajian dari ITS sudah disampaikan beberapa waktu lalu di ruang rapat Wakil Bupati Paser,” ujarnya.
Pihak ITS selanjutnya akan menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Bandar Udara pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia guna melengkapi hasil kajiannya.
“Presentasi di Kemenhub merupakan salah satu rangkaian dari proses penyusunan kajian teknis untuk mendapatkan saran dan masukan demi kesempurnaan dokumen kajian teknis,” tuturnya.
Usai menuntaskan kajian teknis, lanjutnya, maka akan dilaksanakan serah terima dokumen kajian teknis serta dokumen legal opinion (LO) dan lahan bandara.
“Serah terima dokumen dari Pemkab Paser kepada Kemenhub diupayakan paling cepat akhir Desember 2019,” lanjutnya.
Kemenhub sendiri menargetkan bandara Paser pada tahap awal mampu melayanai rute jarak pendek ke Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Batulicin, dan Makasar dengan mengoperasikan pesawat jenis ATR 72. (*/sas/rhn)






