
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Angka perkara perceraian di Kabupaten Paser yang terjadi sepanjang tahun 2020 mencapai 403 kasus. Jumlah kasus perceraian itu masih mendominasi dari total 1.005 kasus yang diterima Pengadilan Agama Tanah Grogot.
Kepala Pengadilan Agama Tanah Grogot Nanang Mohammaad Rofi`i Nurhidyat melalui Hakim Pengadilan Agama Tanah Grogot Akhmad Adib Setiawan mengatakan pada tahun 2020 pihaknya menerima pengajuan gugatan sebanyak 948 perkara dan ditambah sisa perkara ditahun 2019 sebanyak 57 perkara.
“Perkara di Pengadilan Agama Tanah Grogot setiap tahunnya mencapai seribu lebih yang didominasi perkara perceraian dalam hal ini cerai gugat,”
Hakim Pengadilan Agama Tanah Grogot Akhmad Adib Setiawan
Dia mengaku, setiap pengajuan perceraian tidak seluruhnya bisa langsung dikabulkan. Pihaknya sebelumnya mengarahkan tahap mediasi untuk selanjutnya kasus tersebut diputuskan untuk dilanjutkan atau dihentikan.
“Pada tahap mediasi terkadang terdapat pihak yang memutuskan untuk menghentikan gugatan. Sehingga perkara dihentikan dan dicabut oleh pihak pengadilan Agama Tanah Grogot,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Selain pengajuan perkara perceraian, Dia menyebut ada pengajuan dispensasi perkawinan sebanyak 208 perkara. Kemudian pengajuan isbath nikah sebanyak 145 perkara.
“Adapula kasus pembagian Harta Bersama, Ijin Poligami, Penguasaan Anak, Perwalian, Asal-usul anak, Wali Adhol, Kewarisan, Penetapan Ahli Waris, dan Lainnya,” pungkasnya. (rdk)






