
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – DPRD Paser meminta Pemkab Paser melakukan upaya pembenahan sistem drainase sebagai upaya antisipasi banjir yang kerap terjadi di beberapa titik di Kota Tana Paser. Terlebih ketika turun hujan dengan intensitas tinggi.
Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Paser terkait penanganan banjir bersama instansi terkait seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Paser dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Selasa (16/3/2021).
“Masalah banjir yang saat ini sudah sering melanda wilayah Paser khususnya di Tana Paser, perlu mendapatkan perhatian pemerintah,”
Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan, saat ditemui usai RDP, Selasa (16/3/2021)
Dia juga menyebut, persoalan banjir di Kota Tana Paser sudah cukup lama mendapatkan sorotan. Pemerintah daerah diminta untuk serius menangani masalah drainase yang buntu akibat tata kelola yang kurang baik.
“Kita bisa melihat saluran-saluran parit banyak yang buntu sehingga air tidak bisa keluar menuju sungai,” ucapnya.
Sebagai ibu kota kabupaten, lanjut Fadly Imawan, seharusnya instansi terkait yang menangani drainase memiliki program-program normalisasi atau sejenisnya yang diharapkan bisa meminimalisir dampak banjir.
“Dulu pernah ada program pembersihan parit-parit, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Yang akhirnya saat ini terjadi, semua parit-parit tidak berfungsi akibat sedimentasi yang tinggi,” tuturnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Terkait anggaran, Fadly juga mengatakan, pihaknya berjanji akan selalu mendukung usulan-usulan kegiatan penanganan banjir oleh instansi terkait karena itu demi kepentingan masyarakat luas.
“Kami akan support dari segi anggaran, tetapi kami tidak pernah melihat usulan itu dari dinas teknis. Sehingga tidak mungkin mencoret atau menghalang halangi usulan, apalagi ini untuk kepentingan masyarakat,” kata Fadly.
Dari pantauan MNEWSKALTIM.COM, ada beberapa titik yang sering terjadi banjir sehingga menggenani perumahan atau kantor di sekitar Tana Paser seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Hasanuddin, Jalan Untung Suropati, Jalan Ahmad Yani, Jalan RA Kartini, dan Jalan Pangeran Menteri. (rih)






