
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rutan Kelas IIB Tanah Grogot melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap seluruh petugas yang berlangsung di aula Rutan Kelas IIB Tanah Grogot, Sabtu (31/07/2021) pagi.
Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan petugas ini, Rutan Tanah Grogot menggandeng IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Paser yang di wakili dr. Adhisetya Dwi Saputra dibantu 3 orang petugas medis Rutan.
Sebelum dilakukan pemeriksaan seluruh petugas dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama 10 jam untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital seperti pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, respirasi rate/pernafasan dan nadi.
Baca Juga :
- Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga, IMM Paser Turun Bagikan Masker
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
Kemudian dilakukan juga pemeriksaan penunjang seperti gula darah, asam urat dan kolestrol dan pemeriksaan fisik thorax, paru, jantung, abdonan, extremita. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan dilakukan diagnosa oleh dokter dan diberikan terapi atau saran sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan.
Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan petugas dalam bertugas, terlebih bagi petugas memiliki penyakit komorbid atau penyerta.
“Dengan kegiatan ini kita berharap petugas Rutan selalu dalam kondisi sehat dalam melaksanakan tugas sehari-hari,”
Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah
Sebelumnya, lanjut Doni, seluruh petugas Rutan Tanah Grogot telah melaksanakan vaksinasi covid-19 tahap I dan tahap II, pelaksanaan rapid antigen covid-19
“Untuk menjaga kondisi tubuh serta meningkatkan imun petugas, kami juga membagikan vitamin untuk seluruh petugas secara berkala,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, perlu dilakukan observasi kepada 2 orang petugas dan 1 orang petugas dianjurkan untuk melaksanakan work from home (wfh) karena memiliki hasil pemeriksaan gula darah dan kolesterol tinggi.
“Namun secara keseluruhan seluruh petugas dinyatakan sehat dan prima,” kata Doni. (rih)






