
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Harga Sejumlah bahan pokok di Kabupaten Paser terpantau mengalami penurunan saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Hal itu disampaikan Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser Muhammad Ilmi usai peninjauan TPID (TPID) di pasar Induk Penyembolum Senaken pada Jumat (30/7/2021) pagi,
Ilmi mengatakan sejumlah bahan pokok yang mengalami penurunan harga diantaranya daging sapi (Rp150 ribu-Rp130 ribu), daging ayam (Rp28 ribu-Rp25 ribu), dan telur (Rp 27 ribu -Rp25 ribu).
Cabe Tiwung mengalami penurunan (Rp70 ribu-Rp65 ribu). Sementara cabe merah besar dan cabe keriting stabil di kisaran Rp40 ribu.
“Beras masih stabil di harga Rp10 ribu perkilogram. Harga gula juga masih sama dengan bulan lalu yakni Rp12.500, dan minyak goreng juga bertahan di harga Rp16 ribu per liter,” ucapnya.
Baca Juga :
- RSUD Panglima Sebaya Hadirkan Tiga Kamar Operasi Modern, 100 Warga Dapat Layanan Operasi Katarak Gratis
- Ketua PWI Kaltim Bongkar Pembeda Media Pers dan Akun Medsos: Bukan Sekadar Mengunggah Informasi
- Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga, IMM Paser Turun Bagikan Masker
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
Ilmi menambahkan, untuk komoditas bawang merah mengalami kenaikan dari bulan lalu dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp37 ribu perkilogram. Sedangkan harga bawang putih menurun dari Rp24 ribu menjadi Rp22 ribu perkilogram.
Ilmi menilai kenaikan harga bawang dikarenakan komoditas itu didatangkan dari luar daerah yang tidak jarang pendistribusiannya terhambat karena cuaca.
Informasi yang ia terima, pada umumnya harga bawang mengalami kenaikan satu bulan setelah panen.
“Jika seperti itu tidak apa-apa, tapi kalau ada penimbunan barang dari pelaku usaha akan kita tindak tegas,” jelasnya.
Pemkab Paser mengimbau masyarakat di saat PPKM ini untuk tidak membeli barang denga panik (Panic Buying).
“Masyarakat jangan belanja secara berlebihan dan pedagang selalu berkordinasi dengan Disperindagkop Paser jika ada kenaikan harga barang,” kata Ilmi.
Ilmi memastikan ketersediaan bahan pangan daerah cukup hingga tiga bulan kedepan, bahkan cukup sampai akhir tahun. (adv)






