
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rencana relokasi atau pemindahan lapak pedagang di lapak baru Blok A dan B Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kabupaten Paser pasca dibangun kembali akibat kebakaran tahun 2018 lalu masih terkendala.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Paser, Zainal Ilmi menyatakan belum difungsikannya blok baru itu dikarenakan masih terdapat perbedaan data kepemilikan lapak/petak.
“Dari database yang dimiliki Disperindagkop, setelah dicek ternyata banyak data tidak sinkron dengan pedagang yang berjualan di lapangan. Ini rawan terjadinya konflik,”
Kabid Perdagangan, Zainal Ilmi
Zainal menjelaskan, ketindak sinkronan itu bermula dari pengalihan Hak Guna Pakai (HGP) Pemkab Paser oleh pedagang kepada pihak lain.
“Ada yang di database sampai sekarang masih orangnya, ada juga yang dialihkan ke keluarganya, dan juga ada yang sampai diperjualbelikan,” kata dia.
Menurutnya, telah tertuang jelas di dalam perjanjian kontrak, bahwa pemerintah melarang pedagang untuk memperjual-belikan HGP tersebut.
“HGP itu digunakan untuk berdagang, tidak boleh diperjualbelikan. Hal-hal itu yang sampai saat ini masih dilakukan verifikasi. Sehingga agak lama dalam penggunaannya,” terangnya.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Hingga kini, sebanyak 164 jumlah petak yang berada di bangunan pasar baru pada Blok A telah selesai dilakukan verifikasi dari total 218 yang tersedia.
“Tersisa 54 petak yang tidak dapat dilakukan verifikasi karena pedagang yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan legalitas penggunaan petak tersebut,” ucapnya.
Kemudian untuk Blok B, lanjutnya, sebanyak 183 petak yang telah melewati verifikasi dari total 192. Sehingga masih ada 9 petak yang belum verifikasi.
Diapun memastikan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan pemindahan pedagang sembari menunggu pembongkaran seng yang mengelilingi bangunan blok baru. (rih)






