Beranda / MNews Paser / Relokasi Lapak Baru Pedagang Pasar Senaken Terkendala Data Kepemilikan

Relokasi Lapak Baru Pedagang Pasar Senaken Terkendala Data Kepemilikan

Lapak baru blok A dan B Pasar Induk Senaken

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rencana relokasi atau pemindahan lapak pedagang di lapak baru Blok A dan B Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kabupaten Paser pasca dibangun kembali akibat kebakaran tahun 2018 lalu masih terkendala.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Paser, Zainal Ilmi menyatakan belum difungsikannya blok baru itu dikarenakan masih terdapat perbedaan data kepemilikan lapak/petak.

“Dari database yang dimiliki Disperindagkop, setelah dicek ternyata banyak data tidak sinkron dengan pedagang yang berjualan di lapangan. Ini rawan terjadinya konflik,”

Kabid Perdagangan, Zainal Ilmi

Zainal menjelaskan, ketindak sinkronan itu bermula dari pengalihan Hak Guna Pakai (HGP) Pemkab Paser oleh pedagang kepada pihak lain.

“Ada yang di database sampai sekarang masih orangnya, ada juga yang dialihkan ke keluarganya, dan juga ada yang sampai diperjualbelikan,” kata dia.

Menurutnya, telah tertuang jelas di dalam perjanjian kontrak, bahwa pemerintah melarang pedagang untuk memperjual-belikan HGP tersebut.

“HGP itu digunakan untuk berdagang, tidak boleh diperjualbelikan. Hal-hal itu yang sampai saat ini masih dilakukan verifikasi. Sehingga agak lama dalam penggunaannya,” terangnya.

Baca Juga :

Hingga kini, sebanyak 164 jumlah petak yang berada di bangunan pasar baru pada Blok A telah selesai dilakukan verifikasi dari total 218 yang tersedia.

“Tersisa 54 petak yang tidak dapat dilakukan verifikasi karena pedagang yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan legalitas penggunaan petak tersebut,” ucapnya.

Kemudian untuk Blok B, lanjutnya, sebanyak 183 petak yang telah melewati verifikasi dari total 192. Sehingga masih ada 9 petak yang belum verifikasi.

Diapun memastikan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan pemindahan pedagang sembari menunggu pembongkaran seng yang mengelilingi bangunan blok baru. (rih)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *