
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rumah Tahanan (Rutan) Tanah Grogot menggandeng Pemerintah Kabupaten serta pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan warga binaan.
Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah mengatakan pihaknya tetap melakukan peningkatan program pemberdayaan bagi warga binaan meski tidak didukung anggaran pembinaan.
“Untuk Rutan memang tidak memiliki anggaran pembinaan kemandirian. Anggaran pembinaan itu adanya di Lapas, sedangkan di Rutan hanya untuk perawatan,”
Karutan Doni Handriansyah, Kamis (11/11/2021)
Doni menyebut, program pembinaan kemandirian yang diberikan Rutan Tanah Grogot kepada warga binaan mulai dari meubeler, tata boga, pertanian dan budidaya perikanan.
“Warga binaan dilatih keterampilannya, dan bahkan bisa menghasilkan penerimaan negara dan premi bagi warga binaan itu sendiri,” ucapnya.
Untuk mendukung langkah pembinaan kemandirian agar dapat berjalan, lanjut Doni, pihaknya melakukan koordinasi ke pemerintah daerah dan perusahaan swasta.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
“Karena memang tidak ada dukungan anggaran, dengan segala upaya kita coba koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten baik Paser dan PPU serta beberapa perusahaan swasta yang ada di Paser,” terangnya.
Bersasarkan data, kata Doni, total keseluruhan warga binaan yang ada di Rutan Tanah Grogot mencapai 716 orang yang terdiri dari narapidana 537 orang dan tahanan 179 orang
“Terdapat juga 26 orang tahanan Kejaksaan yang dititipkan di Polres Paser yang berasal dari Tanah Grogot dan PPU,” kata Doni. (ms/rh)







