Beranda / MNewsiana / Menguatkan Karakter Murid Lewat Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah

Menguatkan Karakter Murid Lewat Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah

Penulis : Restu Aulia guru PAI SMP Negeri 2 Pasir Belengkong

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP se-Kabupaten Paser kembali menggelar pertemuan rutin kedua tahun ini pada Kamis (2/4/2026) di SMP Negeri 2 Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk menyatukan gagasan, menyusun rekomendasi, serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 guru PAI SMP dari seluruh wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Di bawah kepengurusan baru tahun 2026, MGMP PAI menghadirkan agenda yang tidak hanya bersifat koordinatif, tetapi juga inovatif. Salah satu fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) menggunakan metode Tilawati yang dipandu oleh Ustadz Mahjindi Suhardi, Guru PAI SMP Negeri 2 Tanjung Harapan.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda teknis, melainkan respons atas realitas yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Paser melalui sekolah-sekolah tingkat SMP, diketahui bahwa hanya sekitar 28 persen murid yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Angka ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam pembelajaran agama di sekolah, khususnya dalam penguasaan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.

Melihat kondisi tersebut, MGMP PAI memandang perlu adanya terobosan yang lebih sistematis. Salah satunya melalui gagasan integrasi program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) ke dalam struktur kurikulum sebagai program pendukung yang menjiwai pembelajaran PAI. Kurikulum sebagai komponen vital dalam pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Oleh karena itu, penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan proses pembelajaran agama berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Penulis, Restu Aulia, juga mencoba merefleksikan gagasan ini dari opini yang pernah dirilis di media online Jurnalborneo pada 21 Juni 2024 mengenai urgensi kurikulum dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam pandangan tersebut ditegaskan bahwa kurikulum tidak hanya menjadi panduan administratif, tetapi juga harus mampu mengarahkan proses pendidikan menuju capaian karakter peserta didik.

Dalam diskusi MGMP PAI kali ini, salah satu kesimpulan penting yang muncul adalah bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak seharusnya berhenti pada penyampaian teori semata. Pendidikan agama harus menghadirkan praktik nyata yang membentuk kebiasaan dan karakter murid.

Paparan hasil observasi yang disampaikan oleh Ustadz Mahjindi Suhardi menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu pondasi utama dalam pembentukan karakter murid. Ia menilai bahwa lemahnya karakter generasi muda saat ini tidak dapat dilepaskan dari rendahnya kedekatan mereka dengan Al-Qur’an. Dengan kata lain, kemampuan membaca Al-Qur’an bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga pintu masuk pembinaan moral dan spiritual.

Hal ini menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan arah kebijakan kurikulum pendidikan saat ini yang menekankan penguatan karakter melalui delapan dimensi profil lulusan. Pembelajaran Al-Qur’an dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Kabupaten Paser berencana menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembelajaran Al-Qur’an bagi seluruh guru PAI. Melalui kegiatan MGMP di SMP Negeri 2 Tanjung Harapan, para guru telah memulai langkah awal melalui pelatihan mandiri menggunakan metode Tilawati.

Upaya ini diharapkan menjadi titik awal bagi gerakan yang lebih luas dalam memperkuat literasi Al-Qur’an di sekolah. Ke depan, pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya menjadi sisipan dalam jam pelajaran PAI, tetapi dapat berkembang menjadi muatan kurikulum khusus di Kabupaten Paser.

Jika gagasan ini dapat diwujudkan secara sistematis dan berkelanjutan, maka pembelajaran Al-Qur’an berpotensi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter kuat, berakhlak, serta memiliki kecakapan spiritual yang baik. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah menuju “PASER TUNTAS.”

SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *