MNEWSKALTIM.COM, PASER – Suasana dini hari di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api besar melahap sebuah rumah sekaligus kios telepon genggam pada Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 02.55 WITA.
Api yang berkobar cepat membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Dalam peristiwa tragis itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 milialr.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Heri Hanogo. Saat itu ia melihat kobaran api sudah membesar dari bangunan yang terdiri dari rumah milik Ibu Ruben dan kios HP milik Atedy.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Heri segera bergegas menuju Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser untuk melaporkan kejadian tersebut.
Petugas pun bergerak cepat. Hanya berselang satu menit setelah laporan diterima, tim pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.58 WITA.
Namun saat tiba di lokasi, api telah berkobar hebat dan melahap sebagian besar bangunan. Petugas pun harus berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar permukiman padat tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman, mengatakan cepatnya respons tim menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Begitu laporan masuk, personel langsung bergerak ke lokasi. Saat kami tiba, api sudah cukup besar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, dua korban dinyatakan meninggal dunia, yakni R.P (74) dan K.A.M (6). Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Untuk menangani kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser mengerahkan tiga unit mobil pemadam, dua unit tangki suplai berkapasitas 4.000 liter, serta satu unit tangki suplai berkapasitas 10.000 liter.
Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari sejumlah instansi, di antaranya BPBD Kabupaten Paser, Polres Paser, Satpol PP, Manggala Agni, PLN ULP Tanah Grogot, relawan Redkar, serta PMI Kabupaten Paser yang menurunkan satu unit ambulans.
Di tengah upaya pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala karena banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran sehingga menghambat akses mobil pemadam.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat saat terjadi kebakaran demi keselamatan bersama dan agar petugas dapat bekerja lebih maksimal,” kata Lukman.






