
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja (WP) Tanah Grogot, Sabtu (13/11/2021), menggelar wisuda bagi 139 mahasiswanya yang dinyatakan lulus tahun ini.
Kegiatan yang berlangsung di Kyriad Sadurengas Hotel turut dihadiri Bupati Paser yang diwakili Staf ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Arief Rahman, Ketua Yayasan Tri Sukses WP Abdurrahman Parti dan Ketua STIE WP Muhammad Akbar.
Dalam sambutan Bupati Paser yang disampaikan Arif Rahman, diharapkan para mahasiswa yang mengikuti rangkaian acara wisuda tersebut mampu memberikan warna pada pembangunan di wilayah Kabupaten Paser.
“Dari sisi akademik memang sudah selesai. Tapi perlu diingat bagi seluruh mahasiswa yang telah diwisuda, harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan Yang diterima selama perkuliahan, agar memberikan dampak positif pada pembangunan daerah, terlebih lagi di desa-desa,”
Staf ahli Bidang kesra, arief rahman
Sedangkan Ketua STIE WP Muhammad Akbar mengatakan, setiap mahasiswa dituntut untuk mampu menyerap berbagai pengetahuan selama mengikuti perkuliahan.
“Kami lebih mengarahkan setiap mahasiswa untuk mampu mengelola, dan menjalankan usahanya sendiri, serta tidak mencari pekerjaan. Melainkan, membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” katanya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Sementara Ketua Yayasan Tri Sukses WP Abdurrahman Parti menegaskan, pihaknya akan selalu menjaga dan merawat kepercayaan masyarakat. Terutama dengan memaksimalkan setiap potensi perkuliahan.
“Pembangunan STIE WP masih sebatas membenahi, dan upaya memelihara kepercayaan masyarakat. Meskipun kampus yang representatif belum dimiliki, begitu pula dengan Piranti penunjang proses belajar mengajar yang sangat terbatas,” ucapnya. (sag)







