
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Tujuh sekolah di Kabupaten Paser jenjang TK, SD, SMP dan SMK terpaksa ditutup karena siswanya diketahui terpapar Covid-19 . Aktivitas belajar pun dialihkan ke daring.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Paser) Muhammad Yunus menyebut total ada enam sekolah dibawah kewenangan pihaknya yang ditutup sementara.
“Satu sekolah di tutup selama 14 hari, sedangkan lima sekolah lainnya tutup selama 5 hari,”
Kadisdikbud M. Yunus
Yunus menjelaskan jumlah pelajar sekolah yang terpapar Covid-19 sebanyak 11 orang. Pasca penemuan kasus di ke enam sekolah itu, pihak sekolah langsung melakukan pelacakan atau tracing.
“Hingga saat ini, jumlah pelajar yang terpapar Covid-19 yaitu 6 pelajar tingkat SMP, 4 pelajar tingkat SD 4, dan 1 pelajar TK,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tanah Grogot juga ditutup hingga 14 Februari 2022.
Kepala SMKN 1 Tanah Grogot, Ujang Mulyana membenarkan penutupan sementara dilakukan pihaknya selama 14 hari pasca adanya temuan lima kasus positif Covid-19.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Ujang mengatakan temuan itu bermula dari informasi Puskesmas Tanah Grogot bahwa ada salah satu pelajarnya yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Pelajar itu sempat berfoto bersama 4 rekannya yang hendak mengambil foto ijazah,” kata Ujang.
Setelah itu, lanjutnya, pihak sekolah melakukan tes swab massal kepada guru, siswa dan tenaga kependidikan yang terlibat didalam sesi foto ijazah itu.
“Dari hasil swab massal, hasilnya empat siswa kembali dinyatakan reaktif positif,” jelasnya. (rh)






