
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Pundi-pundi medali kontingen Kabupaten Paser dilaporkan kembali bertambah. Kali ini datang dari cabang olahraga Shorinji kempo.
Satu kalung medali emas seni beladiri yang berasal dari Jepang itu berhasil direbut atlet kempo Paser yaitu Denti Jumarsih pada cabang Rundori putri kelas 45 – 50 kg.
Selain medali emas, Paser juga mendapatkan medali perunggu dari atlet Adhe Candra Saputra yang bertanding dalam Rundori putra kelas 45 – 50 kg.
Ketua Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Paser, Yuli Rusdiansyah mengatakan, cabor Shorinji kempo masih berpeluang untuk ikut menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Paser.
“Masih tersisa satu atlet lainnya masih akan bertarung pada pertandingan di kelas rundori lainnya memperbutkan medali perunggu,”
Ketua Perkemi Paser, Yuli Rusdiansyah
Ditambahkan, dalam menghadapi POPDA XVI ini, pihaknya menurunkan 13 atlet yang terdiri dari 8 putra dan 5 putri yang berlaga dalam 10 kelas embu dan rundori.
“Kami targetkan bisa memenuhi target Kabupaten Paser 5 besar, tetapi kami optimis bisa meraih posisi lebih tinggi yaitu 3 besar untuk cabor kempo,” terangnya.
Yuli juga mengakui apabila persiapan yang dilakukan timnya sebetulnya masih cukup minim. Mengingat keterbatasan dana dan jadwal sekolah atlet yang merupakan pelajar.
“Persiapan ini memang hanya 40 persen, ada beberapa kendala seperti waktu latihan dan ketersediaan matras ketika latihan,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Bidik Emas di Kandang Sendiri! AFI Paser Datangkan Pelatih Liga Profesional untuk Taklukkan Porprov Kaltim 2026
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
Menurutnya, latihan seperti nomor embu tersebut memiliki resiko cukup tinggi tanpa menggunakan matras khusus, karena embu memiliki teknik banting-bantingan.
“Dengan adanya dukungan seluruh stakeholder di daerah, kami pasti sanggup kedepan menyiapkan dan mencetak atlet-atlet embu Paser yang lebih baik,” tegas Yuli.
Berdasarkan perolehan medali cabor Shorinji kempo, Senin, 24 Oktober 2022 pukul 12.00 Wita. Samarinda sudah berada di urutan pertama di klasemen sementara POPDA 2022, disusul Kutai Kertanegara diurutan kedua dan tuan rumah berada di posisi ketiga. (rh)






