
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Dewan Pers, Acara dialog dengan berbagai lembaga terkait mekanisme respons pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap wartawan dalam konteks pemilu.
Acara yang digawangi Dewan Pers dan unesco dihadiri berbagai lembaga diantaranya, 3 Matra TNI AD, AL, AU, dan Polri, juga konstituen Dewan Pers dan undangan lainnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengatakan bahwa kami sebagai dewan pers ingin ada ketegasan terkait respon terhadap kekerasan yang terjadi terhadap wartawan dalam pemilu ini.
Ninik menegaskan bahwa informasi dari medsos bukanlah berita, karena kalo berita harus ada link terkait kepada penanggungjawabnya dari media yang bersangkutan.
Hal itu disampaikan saat sambutannya ketika membuka acara dialog antar lembaga terkait pemilu, di hotel berbintang JL. Hayam Wuruk Jakarta Barat. (18/12/2023).
Ninik juga meminta agar terjalin
komunikasi yang terbuka, jangan baperan kalo ditanya dari media mana, tegas Ninik. sudah terverifikasi dewan pers atau belum.
“Hal ini penting untuk mengindentifikasi media abal-abal atau bukan,” kata Ninik. (*)






