
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Se-Kabupaten Paser melaksanakan pertemuan rutin bulanan ke- IV terakhir di tahun 2024 berupa In House Training (IHT), Selasa, (24/09/2024).
IHT kali ini fokus pembahasan Teknis pembuatan Assesmen Formatif dan Sumatif pada kurikulum Merdeka yang berlangsung di SMP Negeri 1 Long Kali dengan mendatangkan nara sumber nasional Dr. Nanang Faisal Hadi,M.Si.
Ketua MGMP PAI SMP Paser, Moh Yasir mengatakan kegiatan In House Training Kurikulum Merdeka tahun ini kedua kali nya mendatangkan nara sumber nasional yangbertujuan untuk meningkatkan keprofesian.
“IHT untuk meningkatkan keprofesian ini diikuti sebanyak 89 guru PAI yang tersebar dari berbagai daerah termasuk daerah terpencil di Kabupaten Paser,” kata Moh Yasir.
MGMP PAI SMP Se – Paser yang juga sebagai wadah untuk menyambung silaturahim guru PAI SMP Se Kabupaten Paser, lanjunya, dapat dimaksimalkan dalam menumbuhkan semangat peserta didik.
“Sebelumnya kami telah mengadakan Pentas PAI SMP Se Paser, dan melalui IHT ini mampu menumbuhkan semangat peserta didik untuk mengikuti perlombaan dalam pentas PAI selanjutnya,” terangnya.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
Sementara Ketua MKKS SMP Kabupaten Paser yang juga Plt SMP Negeri 1 long kali, Saharuddin berharap IHT Kurikulum Merdeka bisa diimplementasikan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Setinggi apapun ilmu yang didapat tapi tidak diimplementasikan kelingkungan sekolah atau ke peserta didik percuma saja, mari kita ubah mindset kita Bersama untuk mendisiplinkan diri,” ucapnya.
Salah satu peserta IHT Restu Aulia mengatakan assesmen tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran karena assesmen itu sendiri harus direncanakan bersamaan dengan perencanaan pembelajaran.
Menurut fungsinya ada 3 yaitu assesmen as learning, for learning, dan of learning. Assesmen as learning dan for learning yang disebut dengan assesmen formatif dapat dilakukan di sepanjang kegiatan pembelajaran
“Sebelumnya siswa lebih ditekankan kepada assesmen sumatif, padahal yang seharusnya diperbanyak adalah formatifnya,”
Ditambahkan assesmen bukan hanya berbentuk tulisan namun assesmen harusnya lebih fleksibel yaitu dengan menggunakan banyak pilihan.
“Yang terpenting dari banyak bentuk assesmen tersebut tidak lepas dari tujuan pembelajaran yang telah disusun,” pungkasnya. (dr)






