
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Paser yang berada di Desa Rantau Panjang, Kabupaten Paser dikaji kembali setelah sempat terhenti selama 8 tahun.
Kehadiran bandara di Bumi Daya Taka ini kembali dievaluasi seiring rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Umar Aris menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap Bandara Udara Paser dalam waktu dekat.
“Peninjauan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pengumpulan data teknis dan survei atas usulan Pemkab Paser,”
Umar Aris saat pertemuan dengan Bupati Paser, dr Fahmi Fadli di ruang rapat Garuda Kemenhub, Rabu (29/6/2022)
Umar Aris menyebut, ada aspek teknis dan ekonomis yang perlu dipenuhi untuk menentukan kelanjutan pembangunan bandara di daerah penyangga IKN yang dikenal penghasil kelapa sawit.
“Aspek teknis sangat mungkin dipenuhi setelah kunjungan langsung ke Paser. Sedangkan aspek ekonomis melihat hasil evaluasi keuntungan dan multiplier effect terhadap daerah-daerah sekitar,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser Inayatullah menyebut kehadiran pihaknya untuk memaparkan hasil kondisi internal maupun eksternal yang mempengaruhi kebijakan pembangunan bandara.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Menurut Inayatullah, ditunjuknya wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai IKN Nusantara menjadi kondisi eksternal yang menguntungkan Paser sebagai bandara di daerah penyangga.
“Kondisi lainnya yang mendukung, yakni posisi Paser yang berdekatan Kabupaten Tabalong dan Balangan sebagai penghasil sektor pertambangan,” jelasnya.
Sedangkan kondisi internal didukung pertumbuhan ekonomi Paser yang melesat pesat mencapai 5,41 persen pada 2021. Angka ini disebabkan meningkatnya usaha sektor pertambangan dan perkebunan.
“Adapula penambahan sektor baru berupa minyak mentah yang berlokasi di Kecamatan Paser Belengkong,” pungkasnya. (hms)





