
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Dunia Pendidikan Kabupaten Paser kembali tercoreng akibat ulah oknum guru yang diduga melakukan tindakan – tindakan asusila kepada anak didiknya.
Ironisnya, korbannya yang relatif masih berusia belia adalah siswi sekolah di tempat pelaku mengajar tersebut mendapat kecaman dari banyak pihak.
Menyikapi persoalan itu Anggota Komisi II DPRD Paser, Yairus Pawe mengaku, miris kejadian tersebut kembali terulang. Atas kejadian itu, pihaknya mendorong agar seleksi calon guru lebih ketat.
“Semua pasti terpukul dengan kejadian ini, kami sangat prihatin. Kedepan rekrutmen guru harus lebih selektif lagi,”
Anggota Komisi II DPRD Paser, Yairus Pawe, Rabu (2/11/2022)
Legislator PDIP itu pun sangat menyayangkan perilaku oknum guru tersebut. Semestinya sebagai seorang pengajar memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya.
“Perbuatan yang telah dilakukan pelaku itu bisa mempengaruhi psiskis, mentalitas anak-anak kedepannya,” ucap wakil rakyat Dapil Longikis-Longkali itu.
Yairus Pawe menginginkan adanya evaluasi dan berupaya untuk mencari penyebab kenapa kasus-kasus seperti ini kerap terjadi, termasuk memperketat pengawasan rekrutmen
“Perekrutan guru harus berdasarkan kompetensi, baik sisi integritas, kredibilitas dan kapabiltas, serta moralitas,” ucapnya.
Baca Juga :
- Bidik Emas di Kandang Sendiri! AFI Paser Datangkan Pelatih Liga Profesional untuk Taklukkan Porprov Kaltim 2026
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
Karena menurutnya, guru atau tenaga pendidik dikatakannya menjadi muara murid untuk menjadi panutan dari sisi perilaku. Untuk itu Komisi II DPRD Paser akan memanggil Disdikbud Kabupaten Paser untuk duduk bersama menyikapi persoalan ini.
“Jangan sampai terjadi seperti ini lagi. Kami sangat prihatin dan akan memanggil dinas terkait, supaya ada langkah-langkah kongkrit agar hal serupa tak terulang kembali,” kata Yairus. (adv)






