
MNEWSKALTIM.COM,PASER – Desa Petangis, sebuah wilayah subur dan strategis di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, desa yang dikenal dengan hamparan sawah dan kebun luas ini dipimpin oleh seorang perempuan: Wulandari. Ia terpilih secara resmi sebagai Kepala Desa (Kades) melalui Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) yang digelar pada Senin, 28 April 2025.
Kemenangan Wulandari cukup telak. Dari 50 surat suara yang disediakan panitia, 46 di antaranya memilihnya, menyisakan hanya 4 suara untuk rivalnya, Ujang Supriyatna. Kemenangan ini tidak hanya menjadi catatan politik, tapi juga simbol perubahan sosial di masyarakat yang mulai memberi ruang bagi perempuan untuk memimpin.
“Saya ingin mengabdi untuk tanah kelahiran saya. Ini adalah desa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Menjadi pemimpin di sini bukan hanya soal jabatan, tapi soal tanggung jawab untuk meneruskan warisan para pendahulu,” ungkap Wulandari dengan mata berbinar.
Wulandari menggantikan Bustani Arifin, kepala desa sebelumnya yang wafat saat menjabat pada periode 2021–2024. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang sudah dirintis sekaligus membuka lembaran baru pembangunan dengan memanfaatkan jejaring dan pengalamannya, termasuk sinergi dengan pemerintah kabupaten hingga provinsi.
Sebagai istri dari Adjie Novansyah, salah satu tokoh politik di Kecamatan Batu Engau, Wulandari tidak hanya membawa nama keluarga besar, tapi juga harapan masyarakat agar kepemimpinannya membawa perubahan nyata.
Di bawah kepemimpinannya, Desa Petangis — yang memiliki 10 RT dan total 2.647 penduduk — diharapkan mampu memaksimalkan potensi lokal. Desa ini bukan hanya kaya secara sumber daya alam, tapi juga memiliki kekuatan wisata seperti Taman Tahura Lati dan peternakan rusa. Dalam sektor pendidikan, tersedia PAUD, SD, dan SMP. Untuk tempat ibadah, masyarakat dapat mengakses 1 masjid dan 5 musholla. (rh)






