Beranda / MNews Nasional / Sindiran Berbalas Strategi: “Gubernur Konten” dan Jurus Hemat ala Dedi Mulyadi

Sindiran Berbalas Strategi: “Gubernur Konten” dan Jurus Hemat ala Dedi Mulyadi

MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Suasana rapat antara sejumlah gubernur dan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, mendadak hangat ketika Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melontarkan julukan tak biasa kepada rekannya dari Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dengan nada berseloroh, Rudy menyebut Dedi sebagai “Gubernur Konten”.

Julukan itu dilontarkan Rudy di sela-sela presentasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Tak disangka, sindiran ringan itu justru menjadi pemantik penjelasan menarik dari Dedi Mulyadi saat tiba gilirannya berbicara.

Menanggapi predikat “Gubernur Konten”, Dedi tidak tersinggung. Justru sebaliknya, ia memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan bahwa langkahnya aktif membuat konten bukan sekadar gaya, tetapi juga strategi cerdas untuk menekan pengeluaran.

“Alhamdulillah, berkat konten yang saya buat, belanja iklan rutin bisa ditekan drastis,” ujar Dedi sambil tersenyum. Ia mengungkapkan bahwa di masa lalu, anggaran promosi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mencapai Rp 50 miliar. Kini, berkat kontennya yang kerap viral di media sosial, biaya promosi cukup ditekan menjadi hanya Rp 3 miliar.

“Biasanya kerja sama media untuk iklan bisa sampai Rp 50 miliar. Sekarang cukup Rp 3 miliar tapi viral terus. Terima kasih,” imbuhnya, disambut tawa ringan dari hadirin.

Meski sempat menjadi bahan candaan, pernyataan Dedi justru menyoroti perubahan paradigma dalam komunikasi pemerintahan—dari pola tradisional ke pendekatan digital yang lebih murah dan langsung menyentuh masyarakat.

Profil Singkat Rudy Mas’ud

Rudy Mas’ud, yang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur, lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981. Ia mengawali pendidikan di SD Negeri 008 Balikpapan, melanjutkan ke SMP Negeri 4 Samarinda, dan kemudian SMA Negeri 2 Balikpapan. Kini, ia memimpin Kalimantan Timur dengan visi pembangunan yang terus dikawal di tengah sorotan publik nasional. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *