MNEWSKALTIM.COM, PASER – Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Paser terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, realisasi pembangunan tercatat telah mencapai sekitar 45 persen dari total target lokasi.
Dari 144 desa dan kelurahan di Kabupaten Paser, sebanyak 65 titik KDKMP telah memasuki tahap pembangunan dengan berbagai tingkat progres.
Komandan Kodim 0904/Paser, Letkol Inf Rommy Aditya Nanda mengungkapkan, dari puluhan titik tersebut terdapat dua lokasi yang pembangunannya telah selesai sepenuhnya.
“KDKMP yang sudah 100 persen berada di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot dan Desa Keluang Paser Jaya, Kecamatan Kuaro,” ujarnya.
Selain itu, dua desa lainnya juga hampir menyelesaikan pembangunan. Yakni KDKMP di Desa Kerta Bumi, Kecamatan Kuaro dan Desa Sangkuriman, Kecamatan Paser Belengkong yang progresnya telah mencapai sekitar 95 persen.
Rommy optimistis kedua lokasi tersebut akan segera rampung dalam waktu dekat.
“KDKMP yang progresnya 95 persen ada di Kerta Bumi dan Sangkuriman. Targetnya bulan ini bisa selesai 100 persen,” katanya.
Ia memperkirakan pada akhir April 2026 mendatang, sekitar 20 hingga 30 titik KDKMP yang saat ini sedang dikerjakan dapat diselesaikan sepenuhnya.
Setelah momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Kodim 0904/Paser juga berencana kembali mengusulkan tambahan 10 titik pembangunan baru yang dinilai telah memenuhi syarat.
“Dalam laporan kemajuan fisik yang kami susun saat ini, pembangunan sudah 45 persen. Jika ditambah 10 titik lagi, maka progresnya bisa mencapai sekitar 50 persen,” jelasnya.
Namun demikian, proses pembangunan KDKMP di sejumlah desa masih menghadapi beberapa kendala. Pemerintah pusat menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dimulai, seperti ketersediaan lahan minimal berukuran 20 x 30 meter serta jumlah penduduk desa yang harus lebih dari 500 jiwa.
Di Kabupaten Paser sendiri masih terdapat sejumlah desa yang belum memenuhi ketentuan tersebut, termasuk wilayah dengan kondisi lahan rawa maupun pesisir yang memerlukan penyesuaian desain pembangunan.
“Di Paser ada sekitar 19 titik dengan jumlah penduduk di bawah 500 jiwa, 13 titik berada di wilayah rawa atau pesisir, serta beberapa lokasi yang masih dalam proses perizinan,” jelasnya.
Selain itu, terdapat tujuh desa yang belum memiliki aset lahan untuk pembangunan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara.
“Enam lahan milik PTPN dan satu milik PLN yang kami ajukan, saat ini masih menunggu persetujuan,” ujarnya.
Kodim 0904/Paser juga masih melakukan koordinasi terkait enam titik lahan milik adat maupun masyarakat yang berpotensi digunakan sebagai lokasi pembangunan KDKMP.
Di samping itu, terdapat sekitar 12 lokasi lain yang memerlukan pekerjaan awal berupa pemangkasan dan penimbunan tanah agar kondisi lahan lebih rata dan layak untuk pembangunan.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Paser tergolong cukup cepat. Saat ini Paser menempati posisi ketiga dalam capaian pembangunan KDKMP di Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk progres pembangunan KDKMP, Paser berada di urutan ketiga setelah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara,” pungkas Rommy.






