
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Gubernur Kaltim Isran Noor berkesempatan meresmikan secara langsung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Off Grid di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Minggu (2/8/2020).
Pembangunan PLTS Terpadu berkapasitas daya 24 kilo Watt peak (kWp), oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kaltim dikerjakan selama empat bulan sejak 13 April 2020 hingga 10 Agustus 2020 menelan anggaran Rp 3,8 milliar.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan Program Diversifikasi atau Pengembangan dan Pemanfaatan Energi menjadi program prioritas selama masa pemerintahannya bersama Wagub Hadi Mulyadi.
“Program seperti PLTS ini jadi program prioritas Pemprov terlebih untuk daerah-daerah terpencil yang belum menikmati aliran listrik,”
Gubernur Kaltim Isran Noor
Isran juga menyebut, program pemerataan pembangunan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim.
“Kita akan lanjut pemerataan pembangunan dengan memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dimiliki Kaltim,” ucapnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Sementara itu, Wakil Bupati Paser Kaharuddin menyampaikan rasa terima kasih atas diresmikannya PLTS Terpadu Off Grid di Desa Rantau Buta oleh Gubernur Kaltim sebagai pemenuhan ketersediaan listrik di Paser.
“Dengan bantuan ini akan dapat meningkatkan produktifitas masyarakat kami serta mampu menjawab kebutuhan akan listrik untuk warga Kabupaten Paser,” kata Kaharuddin.
Diketahui, Desa Rantau Buta selama ini menggunakan sumber listrik dari mesin genset dengan waktu menyala dari pukul 18.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Dengan adanya PLTS Terpadu, warga akan menikmati listrik selama 24 jam atau siang malam dengan melayani 51 pelanggan, terdiri 42 rumah warga dan sembilan fasilitas umum. (drn/red)






