
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Keberadaan salah satu tempat hiburan karaoke yang berada di Desa Senaken Kecamatan Tanah Grogot menuai protes. Pasalnya ditempat karaoke sering terjadi keributan yang meresahkan warga sekitar.
Warga desa yang keberatan dengan beroperasi tempat hiburan karaoke tersebut, pada Rabu (3/3/2021) malam mendatangi lokasi dan menuntut tempat hiburan karaoke ditutup.
Anggota DPRD Paser, Edwin Santoso yang hadir untuk memediasi permasalahan antara warga dan pengelola itu mengaku tempat hiburan karaoke tersebut kerap kali menimbulkan keributan.
“Keberadaan karaoke ini memang sudah lebih dua tahun, selama ini warga sebenarnya sudah banyak mengeluh karena sering terjadi keributan,”
Anggota dprd paser, Edwin Santoso, Rabu (3/3/2021)
“Semoga saja apa yang menjadi keluhan warga ini bisa didengar dan dilaksanakan oleh pengelola karaoke, sehingga lingkungan Desa Senaken bisa kondusif kembali,” ucapnya.
Edwin yang juga Ketua Karang Taruna Desa Senaken menambahkan, keberadaan warga yang mendatangi tempat hiburan karaoke ini, dikarenakan sebelumnya warga sudah sering memperingatkan tentang keributan yang ditimbulkan.
“Warga masih memberikan toleransi sambil memperingati petugas pengelola karaoke ini, malam ini Warga datang karena sudah geram, sudah bolak balik diperingati. Tapi seolah tidak di gubris oleh pemilik karaoke ini,” kata Edwin.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
Kasi Penindakan pada Satpol PP Kabupaten Paser Nur Alam mengatakan, peristiwa yang terjadi di salah satu tempat hiburan dikarenakan warga sudah mulai resah dengan keberadaan salah satu tempat karaoke itu.
“Intinya warga tidak menginginkan tempat karaoke tidak berada di Senaken. Warga cukup terganggu dengan keributan yang sering terjadi, sehingga akhirnya mendatangi lokasi dan meminta untuk menutup operasionalnya,” kata Nur Alam saat di konfirmasi, Kamis (4/3/2021)
Menindaklanjuti hal itu, kata Nur Alam, pihaknya akan kembali mengupayakan mediasi antara masyarakat dan pemilik karaoke untuk mencari solusi bagi kedua belah pihak.
“Sebagai penegakkan aturan dan menjaga ketertiban masyarakat, salah satunya kami akan melakukan mediasi antara masyarakat dan pemilik tempat hiburan. Berupaya untuk memberikan solusi yang bisa dilakukan oleh warga maupun pemilik karaoke,” pungkasnya. (rih)






