
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Data cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Paser hingga pertengahan September 2021 baru mencapai 22 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser I Dewa Made Sudarsana mengatakan cakupan ini akan terus ditingkatkan.
“Pada minggu ketiga Agustus 2021 lalu cakupan vaksinasi baru mencapai 14,5 persen, dan saat ini sudah 22 persen,”
Kadinkes Paser I Dewa Made Sudarsana, Kamis (16/9/2021)
Dewa menegaskan pihaknya menargetkan cakupan ini akan terus bertambah menjadi 25 persen seiring alokasi vaksin yang akan didapatkan Paser dari Dinkes Provinsi.
“Dinkes Paser sedang mengambil 1.300 dosis vaksin ke provinsi, lalu nanti menyusul ada lagi tambahan sebanyak 2.300 dosis,” kata Dewa.
Dia menambahkan, peningkatan cakupan vaksinasi tidak hanya dilakukan Pemerintah Daerah saja, melainkan adanya kolaborasi dengan menggandeng beberapa stakeholder diantaranya TNI-Polri, perusahaan hingga organisasi keagamaan.
“Seperti vaksinasi massal bagi pelajar guna mendukung persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Paser telah memvaksin 800 pelajar secara bertahap. Kemudian melalui Gerai vaksin TNI – Polri juga melakukan hal yang sama terhadap 500 pelajar SMA dan 500 pelajar SMP,” terangnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Menurutnya, percepatan vaksinasi kepada masyarakat dan pelajar sangat penting untuk membentuk Herd Imunity atau kekebalan komunal sebagai salah satu cara mengakhiri pandemi Covid-19.
“Kami mengajak masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi. Apabila ada kontra indikasi seperti kondisi di mana tubuh tidak bisa menerima obat/vaksin, tentu akan ada serangkaian screening untuk memastikan apakah seseorang itu memenuhi syarat atau tidak untuk di vaksin,” kata Dewa. (*/rih)






