
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Seorang Warga Desa Tabru, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser bernama Marzuki (36) dikabarkan hilang tenggelam usai di terkam buaya saat sedang menjala udang di sungai.
Hingga kini jajaran Polsek Batu Engau bersama dengan Personil BPBD Paser, Personil Brimob Pam dan karyawan PT PGSA masih melakukan pencarian terhadap korban.
Kapolsek Batu Engau Iptu Suradi mengatakan, kejadian bermula ketika saksi yang juga merupakan istri korban bersama suaminya pada pukul 14.30 WITA menuju bantaran Sungai Sangkurane bermaksud untuk menjala udang.
“Saksi bersama korban setelah selesai bekerja di salah satu perkebunan kelapa sawit di Batu Engau ingin menjala udang di sungai,”
Kapolsek Batu Engau Iptu Suradi
Namun, ketika korban melemparkan jalanya tiba tiba langsung diserang atau diterkam oleh seekor buaya. Istri korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak histeris.
“Ketika berteriak meminta pertolongan tidak ada yang mendengar karena lokasinya jauh dari pemukiman warga atau mess karyawan,” ucapnya.
Karena tidak ada yang bisa memberikan pertolongan, sambungnya, kemudian istri korban mencoba mendekat untuk menolong sang suami yang tengah diseret buaya.
“Tapi korban sempat berteriak agar istrinya menjauh dan mencari pertolongan,” terangnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Sekitar 400 meter dari lokasi kejadian, istri korban bertemu dengan seorang teman kerja korban dan kembali ke tepi sungai untuk memberikan pertolongan.
“Tetapi ketika kembali, korban sudah tidak ditemukan dilokasi. Akhirnya Istri korban segera melapor ke Polsek Batu Engau,” tuturnya.
Sampai hari ini, pencarian korban oleh Tim SAR gabungan yang dibantu warga sekitar masih terus dilakukan dengan menyisir sepanjang Sungai Sangkurane. (rih)






