MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Paser menggelar berbagai program amal dalam rangkaian Ramadhan Health Fair 1441 Hijriah tahun 2020 dengan agenda yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya BSMI meramaikan bulan suci ramadhan di lingkungan Masjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot dari pemeriksaan kesehatan sampai lomba anak sholeh,”
Koordinator kegiatan dr. HM. Arman Amar Sp. THT – KL, Senin (4/5/2020).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak pandemi serta membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, Program amal tahun ini lebih menyasar warga terdampak dan juga tenaga medis.
“Di agenda rutin ramadhan kali ini sedikit berbeda, program tahun ini beralih ikut serta dalam kegiatan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Program amal BSMI itu antara lain pembagian 100.000 masker di 100 titik di Kabupaten Paser, pembagian sembako kepada warga terdampak serta pinjaman dana usaha bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Baca Juga :
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
“Khusus pembagian masker fokus di titik-titik keramaian seperti pasar dan plaza, titik yang lain desa atau wilayah yang terdata terpapar virus corona, termasuk sebagian kita bagikan ke titik check point yang di lakukan di perbatasan dan jalan masuk desa,” tuturnya.
BSMI Paser juga turut ambil bagian dengan menyumbangkan berbagai perlengkapan untuk tenaga medis yang diserahkan ke pelayanan kesehatan dalam penanganan wabah Covid-19 yang dampaknya telah meluas hingga Kabupaten Paser.
“Kami juga mensupport tenaga kesehatan dengan pemberian APD, masker N95, obat – obatan, vitamin dan lain kepada tenaga kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas,” pungkasnya. (rhn)
.





