
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Jembatan gantung yang merupakan penghubung antara Desa Pepara Kecamatan Tanah Grogot dengan Desa Pembencengan Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser putus pada Minggu (13/9/2020).
Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Paser, Putu Budhi mengatakan jembatan yang terletak diatas Sungai Kandilo itu putus pada sekitar pukul 15.30 Wita.
“Saat itu ada balapan perahu atau Ketinting di sungai Kandilo dan banyak orang yang sedang menonton dari atas jembatan,”
Anggota Pusdalops BPBD Paser, Putu Budhi
Dia menambahkan, jembatan gantung sepanjang 120 meter itu diduga tidak mampu menahan beban para penonton balap ketinting dan akhirnya putus.
“Sebelum jembatan putus banyak pula kendaran yang lewat dan memakirkan sepeda motor di atas jembatan,” ucapnya.
Baca Juga :
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
Umur jembatan yang sudah tua, lanjutnya, juga sementara diduga menjadi penyebab putusnya jembatan gantung yang dibangun pada tahun 1995. Apalagi sebelumnya Jembatan gantung tersebut pernah mengalami kejadian dua kali putus.
“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Saat ini BPBD memasang rambu di sungai agar yang lewat baik siang atau malam hari agar berhati-hati,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun MNEWSKALTIM.COM, pasca insiden putusnya jembatan gantung, lokasi sekitar jembatan telah diberi garis polisi dan walaupun tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga yang berada dilokasi tersebut mengalami luka ringan. (drn)






