
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan serta penggunaan sistem rekapitulasi (Sirekap), Sabtu (21/11/2020).
Simulasi dilakukan di Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot ini dihadiri perwakilan KPU Kaltim, Muspida, Muspika, Bawaslu Paser dan instansi terkait dengan melibatkan pemilih dari masyarakat sekitar.
Ketua KPU Paser, Abdul Qayyim Rasyid mengatakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara tahun 2020 ini memberikan pemahaman kepada KPPS tentang tata cara pemungutan suara dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Simulasi ini paling tidak sebagai gambaran pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang di masa pandemi Covid-19,”
Ketua KPU Paser, Abdul Qayyim Rasyid
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya petugas KPPS, pengawas TPS, saksi pasangan calon dan pemilih ketika di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wajib mematuhi protokol kesehatan.
“Seluruhnya wajib menjalani pengecekan suhu, mengenakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun. Selain itu akan ada penanganan khusus bagi pemilih yang bersuhu diatas 37,3° C,” ucapnya.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Sementara itu, Ketua Bawaslu Paser, Aprianto Abdullah dalam kesempatan itu memberikan sejumlah catatan. Dari hasil pengamatan simulasi ada beberapa pelaksanaan protokol kesehatan yang belum maksimal diterapkan.
“Ada beberapa evaluasi terkait protokol kesehatan yang kami minta untuk diperbaiki pada saat proses pemungutan dan penghitungan suara nanti di TPS,” ucapnya. (drn)






