
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi meminta para pedagang dan pengelola Pasar Induk Penyembolum Senaken untuk menjaga kebersihan dan fasilitas pasar yang baru diresmikan pada Senin (28/12/2020).
Hendra mengatakan, fasilitas pasar yang telah dibangun dengan menelan anggaran APBD Kabupaten Paser senilai 15 milliar ini dapat dirawat dan dijaga dengan baik.
“Semoga kita dapat menjaga Pasar Senaken yang baru ini agar selalu tertata rapi, bersih, nyaman, dan juga tertib,”
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi
Dia juga bersyukur pembangunan Pasar Induk terbesar di Kabupaten Paser ini mendapatkan dukungan dari semua pihak dan berharap peristiwa yang terjadi pada beberapa tahun yang lalu menjadi pengalaman kedepan.
Hendra juga mengungkapkan, pihaknya terus mendorong Pemkab Paser untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan mendukung pembangunan pasar yang baru diresmikan ini.
“Kita berharap Pasar ini menjadi roda perekonomian, terutama dalam peningkatan retribusi pajak daerah demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Paser,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
“Semoga fasilitas tetap terjaga dan akan dilengkapi kembali untuk menambah semangat pembeli dan pedagang yang berjualan di Pasar ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Paser Kaharuddin, Senin (28/12/2020) meresmikan blok A dan B Pasar Induk Penyembolum Senaken yang terbakar pada awal tahun 2018 silam sehingga menghanguskan 804 lapak atau kios pedagang.
Wabup juga berharap, setelah proses revitalisasi dan perbaikan pasar ini kami harap lebih banyak warga yang merasa aman dan nyaman berbelanja di pasar Induk Senaken tanpa was-was karena takut akan bahaya yang timbul dari kesemrawutan dan ketidakteraturan. (drn)






