
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Calon Bupati dan Wakil Bupati Paser terpilih, dr. Fahmi Fadli dan Hj Masitah Assegaf mengikuti gladi bersih persiapan pelantikan kepala daerah se-Kalimantan Timur di Pendopo Bupati Paser, Kamis (25/02/2021)
dr. Fahmi Fadli juga tampak hadir didampingi istri, Sinta Rosma Yanti yang nantinya akan dilantik sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Paser.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Hadir pula Plh Bupati Paser Katsul Wijaya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Paser Ina Rosana, dan Plt Asisten Kesra Setda Paser Hulaimi serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Paser Abdul Haliq yang hadir sebagai rohaniawan.
Plh Bupati Paser yang juga Sekda Paser Katsul Wijaya mengatakan kegiatan gladi bersih yang diikuti Bupati dan Wakil Bupati Paser bersama lima kepala daerah lainnya berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah gladi bersih berjalan lancar, semoga pada saat pelantikan virtual besok tidak ada hambatan,”
Plh Bupati Paser katsul wijaya, Kamis (25/2/2021)
Katsul juga memastikan keseluruhan persiapan pelantikan virtual ini telah dilakukan panitia dengan baik, termasuk ketersediaan pasokan listrik dan jaringan internet di Pendopo Bupati.
“Saat gladi bersih, seluruh jaringan baik listrik dan internet dipastikan dalam kondisi normal,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, pelantikan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Paser terpilih dr. Fahmi Fadli dan Hj Masitah Assegaf oleh Gubernur Kaltim Isran Noor akan digelar secara virtual di Pendopo Bupati pada Jum’at (26/02/2021).
Pelantikan tersebut akan dilakukan bersama lima kepala daerah lainnya di Kalimantan Timur dilakukan secara virtual mengingat masih kondisi pandemi Covid-19. (red)






