
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Para pemuda di Kabupaten Paser yang tergabung dalam Forum Generasi Berencana (Genre), meski dalam situasi pandemi Covid-19 tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah permasalahan remaja.
Ketua Forum Genre Paser Aditya Pramesh mengatakan workshop yang mengusung tema “Tentang Kita” secara daring tersebut menyosialisasikan tentang permasalahan remaja, kesehatan reproduksi serta seksualitas.
“Meski pandemi namun semangat kita jangan sampai kalah luar biasanya oleh pandemi. Jangan sampai pandemi ini menjadi penghalang bagi kita untuk terus bergerak,”
Ketua Forum Genre Paser Aditya Pramesh, Selasa (24/08/2021).
Menurut Aditya, generasi muda harus memahami seputar persoalan remaja mulai dari kesehatan dan hak-hak reproduksi, hingga bahaya pergaulan remaja dan narkoba.
Workshop yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (20/08/2021) lalu itu membahas tentang bahaya pergaulan remaja, Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif (Napza), Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), hingga triad Genre (No Free Sex, No HIV/AIDS, dan No Pernikahan Dini).
“Bahaya itu semua tetap beresiko bagi remaja Kabupaten Paser meski di tengah pandemi,” ujarnya.
Genre Paser, lanjut dia, sejak 2001 telah mendirikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah pengawasan terhadap kesehatan dan hak-hak reproduksi dalam program Keluarga Berencana (KB).
Workshop bertema ‘Tentang Kita’ merupakan salah satu revitalisasi program Genre yang dikembangkan dalam upaya menguatkan pendidikan sebaya dan konselor sebaya pada PIK Remaja. Kegiatan tersebut diikuti oleh 8 PIK Remaja, 4 OSIS, dan dibuka oleh umum dengan kuota peserta 50 orang. Dan dibawakan dengan empat modul yaitu.
“Harapan kami peserta yang mengikuti workshop dapat memahami tentang informasi yang menjadi bahaya dalam kehidupan remaja, sehingga dapat menyampaikannya kepada rekan-rekan dan teman-teman sejawatnya,” ujar Adhitia.
Baca Juga :
- Pegiat Literasi Paser Bedah Buku “Refleksi Sang Guru”, Dorong Lahirnya Penulis Daerah
- Perkuat Ekonomi Tambak Pesisir, PT BIM-PPS Salurkan Bantuan untuk KTPA Desa Lori
- Akad Nikah Hadir di MPP Paser, Layanan Publik Makin Terintegrasi
- Ikhwan Antasari Nahkodai Kembali Golkar Paser, Targetkan Kemenangan 2030
- Prestasi Gemilang, Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik 2025
Sementara Kabid Keluarga Berencana, Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga pada Dinas Pengendalian Penduduk Keluaga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Paser, Achmad Rusdiansyah, berharap remaja juga harus memahami tentang pengasuhan anak sebelum memutuskan untuk menikah.
“Pengasuhan bukan hanya saat anak lahir, tapi sebelum lahir disiapkan untuk mencegah risiko stunting pada pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.
Menurutnya stunting terjadi karena masih terbatasnya pemahaman remaja yang ingin menikah tentang penyakit tersebut.
“Penyiapan perencanaan kehidupan berkeluarga dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi dan mental ibu serta bayi selama masa kehamilan hingga anak usia dua tahun,” ucapnya. (sas)






