
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Belum adanya panen raya pada akhir 2021 lalu mengakibatkan harga beras Bulog di awal 2022 ini relatif mengalami kenaikan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (Kancapem) Tanah Grogot M Radhi Anshari menjelaskan kenaikan harga dipicu masa paceklik pada akhir 2021.
Dia menyebut paceklik tersebut dikarenakan belum adanya panen di dua daerah yakni Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.
“Hingga puncak panen nanti di Maret April harga akan merangkap naik atau bertahan di harga atas, namun pada saat panen raya harga akan kembali turun,”
Kancapem Perum Bulog Tanah Grogot, Radhi Anshari, Selasa (04/01/2022)
Namun disaat terjadi kenaikan harga, kata Radhi, Bulog akan menggelontorkan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), dimana sepanjang tahun bulog menjual dengan harga yang stabil beras kualitas atau jenis medium.
“Dengan begitu sepanjang tahun Bulog akan menjual beras kualitas medium dengan harga 8.600 rupiah per kilogram,” jelas Radhi.
Diharapkan di 2022 ini, lanjutnya, melalui KPSH akan membantu menstabilkan harga beras, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah.
Baca Juga :
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
Hingga saat ini, menurutnya ketersediaan stok beras 650 ribu ton terbilang aman hingga tiga bulan ke depan menjelang panen raya.
“Stok digudang terdapat 650 ribu ton, diasumsikan akan tahan hingga 3 bulan kedepan sampai pada saat panen raya di Maret April mendatang,” ungkapnya.
Disamping itu, untuk komoditi lain yang mengalami peningkatan kenaikan seperti minyak dan gula yang merupakan komoditi strategis, Radhi mengatakan belum ada penugasan khusus dari untuk melakukan operasi pasar.
“Kita masih menunggu intruksi dari pusat atau tim yang membidangi masalah pangan dan harga,” kata Radhi.
Berdasarkan data Bulog Tanah Grogot, ketersediaan stok pangan lainnya seperti gula sebanyak 70 ton dengan harga jual sesuai standar pemerintah 12.500 rupiah per kilogram. Lalu tepung terigu sebanyak 3 ton, dengan harga jual 10.000 per Kg, serta minyak dengan stok 500 liter dengan harga 16.000 per liter. (ms)






