
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Jembatan timbang yang berlokasi Desa Rangan Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser ditargetkan akan beroperasi pada 2023 mendatang.
Penundaan itu terjadi akibat pemangkasan refocusing anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Inayatullah menyatakan anggaran penyelesaian jembatan timbang pertama di wilayah selatan Kaltim itu telah masuk dalam APBN murni 2022.
“Kebutuhan anggaran hingga selesai sebesar Rp 20 Miliar, dan kelanjutan pengerjaannya diawal 2022,”
Kadishub Paser Inayatullah
Inayatullah mengemukakan semestinya jembatan timbang yang berada di Kecamatan Kuaro dapat beroperasi pada 2022, namun terhadap akibat refocusing anggaran di 2021.
“Informasi dari Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan berjalannya agak terlambat. Semula 2022 dapat beroperasi,” kata Inayatullah.
Inayatullah menjelaskan, jembatan timbang ditujukan bagi kendaraan dengan angkutan barang sehingga bisa menyesuaikan kondisi jalan yang dilewati.
“Ketika ada kendaraan dengan beban angkutan yang melebihi batas. Maka petugas akan meminta untuk mengurangi barang bawaannya,” jelasnya.
Baca Juga :
- Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga, IMM Paser Turun Bagikan Masker
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
Dengan beroperasinya jembatan timbang pertama di wilayah selatan Kaltim ini nantinya, kata Dia, umur jalan di wilayah Kabupaten Paser dapat bertahan lebih lama.
“Semoga jembatan tinbang ini mampu mendukung dalam hal pemeliharaan jalan raya di Kabupaten Paser,” kata Inayatulah. (rh)






