
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Petangis Kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser meraup cuan hingga Rp 10 juta dalam sekali panen.
Keuntungan itu diperoleh para petani dari pembudidayaan ternak lebah yang menghasilkan madu kelulut pada areal seluas 500 meter persegi.
“Usaha ini dijalankan 3 kelompok tani yakni Tani Hutan Anggrek Bura, Hafizh Grup, dan Kelompok Wanita sejak Mei 2021 lalu,”
Sekretaris Desa Petangis, Zulvian Pratama, Jumat (4/3/2022)
Zulvian menjelaskan, keuntungan madu kelulut diakui bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa terlindung di tengah pandemi Covid-19.
“Konsumen madu ini berasal dari semua kalangan, mulai masyarakat biasa hingga anggota dewan karena bisa meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan bahkan petani terkadang bisa kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen pelanggan madu kelulut Desa Petangis.
Baca Juga :
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
Gapoktan yang membudidayakan madu kelulut ini, lanjutnya, dibawah pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser.
“Modal awal dibantu DLH Paser sebanyak 250 wadah kelulut atau toping, dan selanjutnya ada bantuan bergulir,” terangnya.
Hingga saat ini, toping yang miliki Gapoktan berjumlah 350 buah yang mampu menghasilkan 20 liter madu kelulut.
“Bahkan apabila ada konsumen mau merasakan sensasi menyedot langsung madu dari wadahnya, bisa datang ke peternakan,” kata Zulvian. (sas/rh)






