
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Kodim 0904/Paser mensosialisasikan penerimaan Prajurit TNI-AD khusus jalur santri di Pondok Pesantren Al Ikhsan, Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot.
Sosialisasi program perekrutan TNI AD jalur khusus Santri Bintara PK dan Tamtama PK 2022 itu menyasar santri kelas 3 jenjang Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah sederajad.
Komandan Kodim 0904/Paser Letkol Inf Ronald Wahyudi mengatakan, rekrutmen jalur khusus santri ini bertujuan untuk memperkuat tubuh TNI.
“TNI AD melalui rekrutmen jalur khusus ini memberikan kesempatan kepada seluruh santri agar bisa berkarier menjadi prajurit TNI AD,”
Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Ronald Wahyudi, Selasa (15/3/2022)
Menurut Ronald, setiap warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan memiliki peluang yang sama untuk bisa menjadi prajurit TNI.
Namun untuk rekrutmen prajurit TNI AD jalur khusus ini, lanjutnya, dalam prosesnya juga harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
“Dalam rekrutmen tetap berpegang pada ketentuan yang ada, tetapi ada penambahan persyaratan khusus bagi setiap calon prajurit TNI AD melalui jalur Santri,” ujarnya.
Persyaratan khusus jalur ini antara lain, kata Dia, harus memiliki ijazah kelulusan dari satuan pendidikan di Pesantren. Lalu menguasai hapalan minimal dua juz Al Quran.
Selain itu maksimal berusia 22 tahun, memiliki tinggi 163 cm dan memiliki kemampuan berkhutbah serta menjadi imam salat berjamaah.
“Jalur santri ini menekankan pada pengetahuan santri seperti hapalan ayat suci Alquran dan dinyatakan lulus pendidikan dari pesantren,” jelasnya.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan Haryono menyambut baik adanya program jalur khusus bagi santri lulusan pondok pesantren untuk menjadi prajurit TNI AD.
“Kami ingin ada santri dari Pondok pesantren ini yang berminat dan memiliki kesempatan untuk menjadi prajurit TNI AD,” ujar Haryono.
Dia juga menambahkan, dilihat dari kriteria khusus yang persyaratkan, santri di Ponpesnya memenuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.
“Tentunya kebanggaan bagi kami bila ada santri yang bisa menjadi prajurit TNI. Bisa dikatakan 90 persen santri disini memenuhi persyaratan khusus tersebut” kata Haryono. (*/rh)






