
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Sinta Rosmayenti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Paser periode 2022-2024.
Pengukuhan itu bersamaan dengan pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip atau GNSTA yang berlangsung di Pendopo Bupati Paser, Senin (14/3/2022).
Syarif Bando mengatakan Bunda literasi memiliki peran untuk menciptakan sebuah budaya membaca lingkungan masyarakat.
“Masyarakat terutama generasi muda harus memiliki kedisplinan budaya baca untuk menyambut masa depan yang cemerlang,”
Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando
Dia menyebut literasi bukan lagi tentang mengenai baca tulis ataupun cara merangkai huruf hingga menjadi paragraf.
Menurutnya manusia akan merugi jika tidak berpacu dengan waktu. Sehingga, literasi kini tidak lagi mengenai baca tulis pun tentang cara merangkai huruf hingga menjadi paragraf.
Seiring waktu, lanjutnya, literasi merupakan kedalaman seseorang akan sebuah pengetahuan yang kelak dapat digunakan untuk menciptakan barang atau jasa yang bermutu tinggi dan mampu bersaing di kancah internasional.
“Literasi berbicara tentang apa yang mau kita produksi dan bisa dipasarkan secara luas. Segala benda yang nilainya tinggi pasti harganya mahal, tapi semuanya bisa dipelajari dengan membaca,” jelas Syarif Bando.
Baca Juga :
- Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga, IMM Paser Turun Bagikan Masker
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
Sementara, Bupati Paser, dr Fahmi Fadli berharap Bunda Literasi bisa bersinergi dengan perangkat daerah hingga komunitas literasi.
“Pengukuhan Bunda Literasi dimaknai sebagai kebutuhan daerah agar seluruh program dan kebijakan dapat terwujud secara efektif dan efesien,” jelasnya.
Fahmi juga mengatakan, untuk membangun masyarakat cerdas informasi perlu ditumbuhkan dari keluarga, satuan pendidikan dan lingkungan.
“Menciptakan SDM unggul dan berkualitas berawal dari minat literasi dan ini yang harus digalakkan di masyarakat dan tentunya butuh dukungan semua pihak,” kata Fahmi. (rh)






