
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Paser di Simpang 5 Tugu Usuk Bulau berakhir damai, Rabu (13/4/2022).
Aksi itu dilakukan untuk mendesak pemerintah agar tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan meneruskan wacana masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.
Koordinator Lapangan Aksi, Hamsyanuddin mengatakan aksi ini merupakan permulaan permulaan sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada aksi-aksi lainnya.
Dijelaskan, pihaknya mengaku pekan depan telah mempersiapkan aksi lanjutan ke Kantor DPRD Paser untuk menyuarakan tuntutannya.
“Kami akan menggelar aksi untuk bertemu dengan para perwakilan rakyat untuk menyampaikan delapan tuntutan kami,”
Korlap Hamsyanuddin
Selain menyuarakan isu nasional, peserta aksi yang berasal dari berbagai organisasi internal dan eksternal juga mengangkat isu daerah, diantaranya mempertanyakan kesiapan pemerintah Kabupaten Paser dalam menyambut IKN.
Kemudian meminta pemerintah daerah untuk merapikan pembangunan dan Infrastruktur, serta menuntut pemerintah daerah untuk melibatkan peran pemuda dalam program kerja Paser MAS.
Lalu peserta aksi juga meminta transparansi terhadap program kerja pemerintah daerah terkhusus bupati dan wakil bupati Paser dan mendesak kecakapan pemerintah daerah dalam menangani pengawasan penyaluran kebutuhan pokok.
Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta yang turut mengawal langsung aksi tersebut mengatakan unjuk rasa berjalan dengan aman dan tertib.
“Kepolisian tidak melarang aksi unjuk rasa asal menjaga keamanan dan ketertiban pengguna jalan di muka umum, dan ini telah dilakukan peserta aksi,” kata Budi.
Baca Juga :
- DPR RI Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang, Penantian 22 Tahun Berakhir
- Perbaikan Infrastruktur Jalan di Paser Ditargetkan Tuntas Bertahap
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
Dari pantauan MNEWSKALTIM.COM, tampak secara bergantian perwakilan berbagai organisasi berorasi ke hadapan kendaraan yang lewat tepat di depan mereka.
Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat kepolisian dengan menyiapkan mobil water canon dan puluhan petugas yang berjaga, sambil mengatur mengalihkan arus lalu lintas.
Total ada delapan tuntutan yang dilayangkan saat aksi mahasiswa di Paser yang terdiri dari
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Lalu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), BEM STIE Widya Praja, BEM Polser, DEMA STIT Ibnu Rusyd dan BEM STIPER Muhammadiyah. (rh)






