
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan pencegahan dan penanganan stunting memiliki peran dalam menurunkan angka stunting di Paser.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser Romif Erwinadi mengatakan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Paser mulai menyusun rencana disetiap OPD sehingga bisa terakomodir dalam anggaran 2023.
“Penanganan stunting perlu komitmen dan keseriusan bersama seluruh OPD”
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser Romif Erwinadi
Dijelaskan, diperlukan data pendukung dalam penyusunan anggaran stunting di setiap OPD
sebagai bagian dari program prioritas pembangunan sumber daya manusia.
“Permasalahan data sering kali menjadi kendala di OPD dan semoga bisa segera dituntaskan sebelum rencana aksi selanjutnya,” kata Romif.
Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Amir Faisol, mengatakan agenda penanganan stunting melewati beberapa aksi konvergensi.
Dia menyebut, pada rapat aksi kedua ini guna memastikan penyusunan rencana kegiatan sudah sesuai analisa situasi stunting di Paser.
“Diakui data masing-masing OPD memang ada kendala seperti pada defisinisi operasional seperti usia pasangan subur. Namun ini sudah diseragamkan,” terangnya.
Baca Juga :
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
- DPRD Paser Soroti Kabel Menjuntai hingga Fasilitas Rusak di Hutan Kota Tanah Grogot
Dalam aksi konvergensi lanjutan, sambungnya, direncanakan agenda berupa Rembug stunting akan diadakan pada Juni mendatang.
“Dari hasil rapat aksi kedua tim TPPS ini akan menjadi bahan untuk rencana aksi ketiga yakni Rembug Stunting pada Juni,” kata Amir.
Untuk itu, TPPS Paser ini memberikan waktu satu minggu kepada masing-masing OPD untuk menyerahkan rencana kegiatan terkait penanganan stunting.
Amir juga optimistis terkait penganggaran untuk kegiatan penanganan stunting di Kabupaten Paser bisa terakomodir di 2023 nanti. (sas)






