
TANA PASER – Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta mengatakan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang humanis antara Polri dan Pers mampu mempererat keutuhan bangsa.
Hal itu disampaikan Budi dalam Coffee Morning dengan insan pers yang bertugas di Kabupaten Paser bertempat di Rupatama Mapolres Paser, Kamis (28/7/2022).
Acara ini juga turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Paser Ropii, wartawan media cetak, elektronik, online serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Paser.
Budi mengatakan keberhasilan tugas Polri dalam menjalankan tugas-tugasnya tidak bisa lepas dari peran publikasi yang dilakukan oleh pers.
“Secara jujur, kami melihat posisi strategis dari pers dalam membantu mempublikasikan keberhasilan yang dicapai Polri,”
Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta
Menurutnya, sinergitas yang terjalin akan mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat untuk bangsa, negara serta masyarakat.
“Sinergi itu diimplementasikan dengan kerja yang jujur, selaras mengedepankan kemanusiaan dan saling melengkapi, guna terwujudnya masyarakat yang aman, damai, sejahtera,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Paser, Ropii mengatakan, organisasi yang dipimpinnya itu kini semakin berkembang dengan diisi oleh wartawan-wartawan yang dinyatakan berkompeten dan diakui oleh Dewan Pers.
“PWI Paser berkembang luar biasa. Tentunya ini didukung hampir 98 persen anggota PWI yang sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ucap Ropii.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dijelaskan, UKW menjadi penting, karena menjadi ukuran atau standar untuk mengetahui kemampuan wartawan dalam bekerja, berkaitan dengan jurnalistik.
“Artinya, wartawan tersebut telah memiliki tanggung jawab menulis berita sesuai kaidah dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Ropii juga menyinggung, keinginan Polri dan pers dalam menghadapi pemilu yang memiliki kesamaan agar situasi tetap kondusif dan kesatuan sosial selalu terjaga.
“Akan ada peluang konflik dalam setiap tahapan pemilu. Oleh karena itu, Polri dan kalangan pers harus menyadari peran masing-masing dalam menjaga kamtibmas,” kata Ropii. (rh)






