
MNEWSKALTIM.COM, PIRU – Pasca dilantik sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Piru, Maluku pada November 2022 lalu, Dawa’i langsung membuat berbagai gebrakan perubahan.
Hal itu terlihat dari konsep dan tampilan yang kini tampak berubah drastis ketika mengunjungi Lapas Piru yang berlokasi di Kecamatan Seram Barat itu.
Dawa’i menyebut perubahan yang dilakukan itu menjadi salah satu kunci sukses untuk mendorong dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Lapas Piru.
“Sebagai petugas pemasyarakatan, kami harus bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,”
Kalapas Piru, Dawa’i
Sejak serah terima estafet kepemimpinan Lapas Piru dengan mengusung sistem pemasyarakatan modern, menurutnya hal dasar pertama yang dilakukan ialah mengubah persepsi yang menakutkan tentang Lembaga Pemasyarakatan.
“Bagaimana tidak, pasalnya sebagian orang masih awam tentang lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia,” ucapnya.
Selanjutnya, kata mantan Karutan Tanah Grogot itu, pihaknya terus berinovasi dengan melakukan pembenahan serta pemeliharaan sarana dan prasarana agar lebih representatif guna menunjang kegiatan pemasyarakatan.
“Agar masyarakat lebih nyaman dan aman ketika berada di Lapas Piru, untuk itu kita lakukan pembenahan ruang pelayanan yang lebih representatif,” jelasnya.
Dia juga menekankan kepada seluruh jajaran untuk mengutamakan kepentingan Institusi daripada lainnya, dan berpegang teguh terhadap integritas.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Yang tidak kalah penting, lanjut Dawa’i, seluruh jajaran juga harus mengoptimalkan segala program pembinaan Kemandirian yang ada, tentunya dengan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, APH dan stakeholder.
Dawa’i mengatakan semua hal itu harus dilakukan secara secara bersama-sama dan dengan penuh komitmen seluruh jajaran.
“Semua itu adalah fundamental dalam memberikan pelayanan, berat memang Berat, tapi kan ini esensi pengabdian, insyaallah segala kebaikan yang kita tebarkan nantinya akan kembali kepada kita,” tuturnya. (dr)





