Beranda / MNews Paser / Tingkatkan Kesadaran Petani, ALISHTER Gelar Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman di Paser

Tingkatkan Kesadaran Petani, ALISHTER Gelar Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman di Paser

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) menggandeng Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser menggelar pelatihan Training of User (TOU) Pestisida Terbatas, Rabu (6/8/2025). Kegiatan edukatif ini berlangsung di GOR Thamrin Laen, Desa Kersik Bura, Kecamatan Paser Belengkong.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para petani dengan pengetahuan seputar penggunaan herbisida berbahan aktif secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Tak hanya itu, pelatihan ini juga menjadi ajang dialog langsung guna mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Sebanyak 100 petani dari Kecamatan Paser Belengkong ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta mendapat pembekalan dari narasumber yang berasal dari ALISHTER, DTPH, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Paser.

Direktur Eksekutif ALISHTER, Syafrizal, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 43 Tahun 2019 tentang pendaftaran pestisida.

“Setiap orang yang akan menggunakan pestisida terbatas, seperti yang mengandung bahan aktif parakuat diklorida, diwajibkan mengikuti pelatihan terlebih dahulu,” kata Syafrizal.

Menurut data ALISHTER, hingga kini pelatihan serupa telah digelar di 359 kabupaten/kota dengan total 35.544 petani terlibat. Khusus tahun 2025, Kalimantan Timur menjadi salah satu sasaran pelatihan, yakni di Kabupaten Paser pada 6 Agustus dan Penajam Paser Utara pada 7 Agustus.

“Prinsipnya pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan para petani bagaimana cara mengelola pestisida dengan baik dan benar,” jelasnya

Syafrizal menekankan, penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan aturan atau ambang batas aman akan berdampak terhadap kesehatan petani, keberlanjutan lingkungan dan konsumen.

“Kami menghadirkan narasumber dari dinas terkait dan Alishter agar petani lebih paham dampak kesehatan dan resiko yang diperoleh apabila penggunaannya tidak sesuai aturan,” ungkap Syafrizal.

Pihaknya juga berharap melalui pelatihan ini petani memahami lebih mendalam penggunaan pestisida termasuk misalnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat pengaplikasian di lapangan.

“Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Paser melalui DTPH Paser yang telah memfasilitasi pelatihan ini sehingga petani selain memahami ketentuan penggunaan pestisida, juga menyadari dampak apabila penggunaaannya tidak tepat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan DTPH Kabupaten Paser, Akhmad Husin, menyambut baik kegiatan ini yang dinilainya sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas petani.

“Melalui pelatihan ini, para petani tak hanya mendapat pengetahuan baru, tapi juga kesempatan bertanya langsung seputar penggunaan pestisida secara aman dan efektif,” ujarnya.

Ia mengakui, pemahaman petani terhadap penggunaan pestisida di lapangan masih beragam. Ada yang sudah cukup sadar karena terbiasa membaca label, namun ada pula yang hanya mengandalkan pengalaman lama tanpa dasar pengetahuan yang kuat.

“Selama ini kami juga sudah rutin memberikan pendampingan lewat 7 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Paser, termasuk pelatihan teknis penggunaan pestisida,” jelasnya.

Husin berharap kerja sama seperti ini bisa terus dilanjutkan agar penggunaan herbisida di kalangan petani semakin sesuai dengan aturan, serta mendukung pertanian yang lebih aman dan produktif.

“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ALISHTER sangat penting dalam mendorong pertanian yang tidak hanya produktif, tapi juga sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *